Confluent memperkenalkan pembaruan pada platform Confluent Intelligence yang memungkinkan sistem AI tidak hanya menganalisis data, tetapi juga langsung mengambil tindakan secara otomatis berdasarkan data real-time.
Pembaruan ini menghadirkan fitur Streaming Agents yang memungkinkan berbagai agen AI berkomunikasi dan bekerja sama menggunakan aliran data langsung. Sistem ini memanfaatkan protokol Agent2Agent (A2A) untuk menghubungkan agen AI eksternal sehingga mereka dapat saling bertukar konteks dan memicu tindakan di berbagai sistem perusahaan.
Menurut Sean Falconer, Head of AI di Confluent, perusahaan kini membutuhkan AI yang mampu merespons perubahan secara langsung, bukan sekadar menganalisis data masa lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ingin bersaing, AI tidak boleh hanya melihat ke belakang. Perusahaan membutuhkan sistem agen AI yang bekerja sama dan terus belajar serta berbagi wawasan secara real-time," ujarnya, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Streaming Agents juga dirancang untuk menjembatani analisis data dengan eksekusi tindakan. Sistem ini dapat mengambil data dari berbagai platform seperti BigQuery, Snowflake, dan Databricks, lalu memicu workflow pada platform enterprise seperti ServiceNow dan Salesforce.
Dengan pendekatan ini, hasil analisis AI tidak berhenti sebagai insight, tetapi langsung diubah menjadi tindakan operasional secara otomatis.
Selain itu, Confluent juga memperkenalkan fitur Multivariate Anomaly Detection yang mampu menganalisis beberapa metrik secara bersamaan untuk mendeteksi pola data yang tidak biasa.
Teknologi ini merupakan bagian dari fungsi machine learning bawaan yang terus belajar dari data real-time tanpa perlu membangun model baru. Dengan menganalisis berbagai metrik sekaligus, sistem dapat mengurangi kesalahan deteksi (false positive) yang sering muncul pada metode deteksi anomali tradisional.
Sebagai contoh, sistem dapat memantau CPU, memori, dan latensi secara bersamaan untuk menemukan pola gangguan yang sebelumnya sulit terdeteksi jika metrik dianalisis satu per satu.
Menurut laporan International Data Corporation (IDC), sekitar 40% peran pekerjaan di perusahaan Global 2000 diperkirakan akan melibatkan kolaborasi dengan agen AI pada 2026.
Dengan kemampuan menghubungkan analisis data dan tindakan secara real-time, Confluent menargetkan teknologi ini dapat digunakan di berbagai sektor, mulai dari ritel dan layanan keuangan hingga manufaktur dan telekomunikasi. Fitur dukungan Agent2Agent pada Streaming Agents saat ini tersedia dalam tahap Open Preview.
(asj/asj)

