Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Perusahaan Indonesia Tak Peduli BI?

Perusahaan Indonesia Tak Peduli BI?


- detikInet

Jakarta - Beberapa tahun lalu mungkin para CIO (Chief Information Officer) perusahaan menempatkan Business Intelligent (BI) tidak sebagai prioritas utama dalam pengembangan teknologi di perusahaannya. Namun, kondisi itu kini telah berubah dengan menempatkan BI sebagai pilihan utama.Seperti diungkapkan Steve Illingworth, senior director business intelligent dan data warehousing technical solution Oracle Corp., dari survei yang dilakukan Gartner kepada 1400 CIO ternyata investasi BI mengalahkan kebutuhan sekuriti sebagai pilihan CIO. "Menempatkan semua data yang ada lalu di analisa secara advance untuk kebutuhan perusahaan. Inilah kenapa pentingnya business intelligent," ujar Illingworth, kepada para wartawan di Hotel Intercontinental Jakarta, Selasa (23/3/2007).Lebih lanjut Illingworth menjelaskan, untuk tahun 2006 secara global bidang yang paling banyak menyerap teknologi ini adalah sektor banking dan telekomunikasi dengan share masing-masing 18 dan 14 persen.Sementara itu, IDC meramalkan di tahun 2006-2007 sebuah gelombang investasi dalam aplikasi BI akan muncul seiring dengan pertumbuhan permintaan BI untuk umum. Sehingga pada tahun 2010 transaksi yang bergulir paling tidak mencapai US$ 670 juta untuk industri ini.Di IndonesiaLalu bagaimana untuk potensi di Indonesia? Menurut Illingworth, sebagian besar perusahaan di Indonesia masih kurang peduli dengan teknologi BI, mereka dianggapnya lebih memikirkan solusi. Padahal jika melihat tindak tanduk perusahaan Indonesia beberapa diantaranya sekarang tidak hanya melihat peluang di dalam negeri tetapi sudah mencoba untuk ekspansi ke luar negeri sehingga Indonesia dianggap sebagai salah satu pasar potensial pemasaran BI, tambahnya."Seperti di bidang retail, teknologi ini akan membantu perusahaan dalam mengetahui barang-barang apa saja yang seharusnya terjaja dan kapan konsumen kiranya akan datang," Illingworth mencontohkan.Sementara itu Goenawan Loekito, direktur marketing Oracle Indonesia menegaskan, teknologi BI tidak hanya dapat diadopsi oleh perusahaan-perusahaan besar. Namun, untuk skala small medium enterprise juga bisa. "Bahkan sekolah saja bisa menerapkan, mereka menggunakannya untuk mempertahankan customer lifetime untuk terus berjalan," tandas Goenawan. (ash/wsh)







Hide Ads