Enterprise Tech
Security Revenue Microsoft Indonesia Naik 60%
- detikInet
Jakarta -
Subhan Novianda, Platform Strategy Manager Microsoft Indonesia, mengungkapkan pertumbuhan 60 persen untuk pendapatan dari produk-produk keamanan di tahun fiskal 2006 (Juni 2005-Juli 2006). Produk keamanan yang dimaksud adalah ISA Server 2006 dan Microsoft Antigen, ujar Subhan kepada wartawan di kantor Microsoft, Gedung BEJ, Jakarta, Kamis (31/08/2006). Namun Subhan tidak bisa membeberkan berapa persisnya pendapatan Microsoft dari produk-produk keamanan. Sedangkan di tingkat global, pada tahun fiskal 2006, Microsoft mencatatkan pendapatan total US$ 44,28 miliar. Ke depannya Microsoft berencana untuk terus meningkatkan pendapatan dari produk-produk keamanan. "Bukan hanya itu, kami akan menyiapkan servis bagi pelanggan. Kami tidak hanya jual software di Indonesia, tapi juga berusaha meningkatkan awareness mengenai keamanan komputer," ujar Subhan. ForefrontProduk keamanan Microsoft Antigen merupakan piranti lunak hasil akuisisi Microsoft terhadap Sybari pada 2005. Nantinya, Microsoft akan memberi label Microsoft Forefront pada semua produk Antigen.Forefront merupakan lini produk keamanan yang mencakup Microsoft Forefront Client Security, Microsoft Forefront Security for Exchange Server, Microsoft Forefront Security for SharePoint, Microsoft Forefront Security for Office Communications Server, dan Microsoft Internet Security and Acceleration (ISA) Server 2006. Jajaran produk tersebut, ujar Subhan, dimaksudkan untuk pengguna di tingkat bisnis. Dari jajaran itu, Microsoft Forefront Client Security adalah produk yang masih dalam tingkat pengembangan. "Akhir 2006 atau awal 2007 kami harapkan sudah bisa hadir di pasaran," ujarnya. Semakin JahatJacqueline Peterson-Jarvis, Senior Manager Asia Pacific untuk Security Strategy & Products, tidak menampik bahwa peningkatan pendapatan Microsoft di bidang produk keamanan itu dipengaruhi oleh makin bahayanya ancaman yang ada. "Mereka membaca tentang kejadian keamanan komputer yang menimpa perusahaan lain, lalu mereka tak ingin itu terjadi," ujar Jacqueline. Motivasi di balik aksi kejahatan komputer juga diakuinya semakin berbahaya. Ia mengenang masa-masa virus 'Melissa' atau 'I Love You' yang merupakan buah tangan seseorang yang sedang jatuh cinta. "Dulu hanya seperti itu. Atau, hanya orang-orang yang mencari kebanggaan diri, ingin menyombong di depan teman-temannya," ujar Jacqueline. Kini, pembuat program jahat (malware) sudah memiliki motivasi keuangan. "Mereka mencari keuntungan finansial, berusaha 'merampok' perusahaan tertentu. Motivasinya sudah sangat berbeda," Jacqueline menambahkan. (wsh)
(wicak/)