Raksasa Toko Online Mau PHK 10 Ribu Karyawan, Siapa Nih?

Raksasa Toko Online Mau PHK 10 Ribu Karyawan, Siapa Nih?

ADVERTISEMENT

Raksasa Toko Online Mau PHK 10 Ribu Karyawan, Siapa Nih?

Fino Yurio Kristo - detikInet
Selasa, 15 Nov 2022 17:12 WIB
Gudang Amazon
Suasana gudang Amazon yang dikabarkan akan PHK karyawan. Foto: Getty Images
Jakarta -

Gelombang PHK benar-benar sedang menerpa perusahaan teknologi besar. Terbaru, raksasa e-commerce Amazon dilaporkan akan memberhentikan sekitar 10 ribu pegawainya.

Media New York Times dan Wall Street Journal melaporkan pertama kali tentang pengurangan pegawai Amazon, yang didirikan oleh Jeff Bezos itu.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, Senin (15/11/2022) PHK itu adalah yang paling besar dalam sejarah perusahaan. Namun demikian, karena jumlah karyawannya sangat banyak, persentasenya hanya sekitar 1% dari semua pegawai Amazon.

Pada akhir tahun 2019 saja, Amazon melaporkan bahwa jumlah total karyawan mereka mencapai 798 ribu orang. Bahkan jika ditambah dengan pegawai part time atau paruh waktu, angkanya mencapai 1,6 juta orang.

Belum ada penjelasan dari Amazon mengenai kabar ini. Andy Jassy, CEO Amazon penerus Jeff Bezos, sejauh ini memang berupaya melakukan efisiensi di tengah situasi ekonomi yang kurang baik.

Bahkan saat ini, Amazon sudah tidak lagi menerima pegawai baru. Laporan keuangan mereka di bulan Oktober tidak memuaskan sehingga harga saham terpangkas 3%, membuat valuasi pasarnya jatuh di bawah USD 1 triliun untuk pertama kali sejak April 2020.

PHK sedang banyak terjadi. Penelitian dari Crunchbase menyebut sampai Oktober 2022, ada 45 ribu karyawan raksasa teknologi kena PHK, di Amerika Serikat saja. Itu termasuk pengurangan karyawan Twitter yang disebut berjumlah 3.700 karyawan.

Nah, pengurangan pegawai Meta belum ikut dihitung karena masih sangat baru. Jika ditambah 11 ribu orang karyawan Meta yang diberhentikan, maka total ada 56 ribu pegawai perusahaan teknologi di AS yang kena gelombang PHK.

Selain Twitter dan Meta, nama besar lain yang memberhentikan cukup banyak karyawan adalah Seagate, Microsoft, Intel, sampai Netflix.

Raksasa hardisk Seagate telah mengumumkan pemangkasan sekitar 3.000 karyawan terkait ketidakpastian ekonomi dan penurunan permintaan barang. "Kami telah mengambil tindakan yang cepat untuk merespons kondisi pasar saat ini dan meningkatkan keuntungan jangka panjang," kata CEO Seagate, Dave Mosley.

Lihat juga Video: Menyoal Keputusan Twitter dan Meta untuk PHK Karyawannya

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT