Surat Menyeramkan Elon Musk untuk Karyawan Twitter Terungkap

Surat Menyeramkan Elon Musk untuk Karyawan Twitter Terungkap

ADVERTISEMENT

Surat Menyeramkan Elon Musk untuk Karyawan Twitter Terungkap

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 11 Nov 2022 15:48 WIB
Jakarta -

Elon Musk menulis surat terbuka pada karyawan Twitter. Isinya cukup menyeramkan, terkait kondisi Twitter, prediksi masa depan, sampai karyawan dilarang lagi work from home atau bekerja dari rumah.

Seperti dikutip detikINET dari CNBC, Jumat (11/11/2022) ini intisari surat orang terkaya dunia itu:

"Sorry bahwa ini adalah email pertama untuk seluruh perusahaan, tapi tidak ada cara untuk membuat pesannya manis. Sejujurnya, perkiraan ekonomi ke depan suram terutama untuk perusahaan seperti kita yang sangat bergantung pada iklan di iklim ekonomi yang menantang ini.

Terlebih lagi, 70% dari pengiklan kita adalah brand, yang membuat kita lebih rentan lagi. Itulah mengapa prioritas dalam 10 hari ke belakang adalah mengembangkan dan merilis langganan Twitter Blue Verified.

Tanpa pendapatan langganan yang signifikan, ada peluang Twitter takkan selamat dalam penurunan ekonomi yang akan datang. Kita membutuhkan kira-kira separuh dari pendapatan adalah dari langganan.

Tentunya kita masih akan bergantung pada iklan secara signifikan. Jadi saya akan menghabiskan waktu dengan tim sales dan partnership untuk memastikan Twitter terus menarik bagi pengiklan.

Jalan ke depan adalah sukar dan akan membutuhkan kerja intens untuk sukses. Kami juga mengubah kebijakan Twitter seperti kerja remote tidak lagi diizinkan kecuali kalian punya perkecualian spesifik. Manajer akan mengirim daftarnya pada saya untuk review dan persetujuan.

Mulai besok, setiap orang diwajibkan berada di kantor minimum 40 jam per minggu. Tentu saja, jika kalian secara fisik tidak bisa bepergian ke kantor atau punya kewajiban pribadi yang penting, ketidakhadiran bisa dimengerti.

Saya menatap ke depan bekerja bersama kalian untuk membawa Twitter ke level baru yang sepenuhnya. Potensinya benar-benar luar biasa. Terima kasih. Elon Musk."

(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT