Susul Twitter, Induk Facebook Kabarnya Akan Mulai PHK Massal

Susul Twitter, Induk Facebook Kabarnya Akan Mulai PHK Massal

ADVERTISEMENT

Susul Twitter, Induk Facebook Kabarnya Akan Mulai PHK Massal

Virgina Maulita Putri - detikInet
Senin, 07 Nov 2022 13:56 WIB
Suasana Kantor Pusat Meta di Palo Alto, Amerika
Meta, perusahaan induk Facebook dan Instagram, dikabarkan akan memberhentikan ribuan karyawan dalam PHK massal (Foto: Fitraya Ramadhanny/detikcom)
Jakarta -

Meta, perusahaan induk Facebook, dikabarkan akan melakukan PHK besar-besaran yang dimulai pada hari Rabu besok. Wall Street Journal melaporkan Meta akan memberhentikan ribuan karyawan.

Meta saat ini memiliki lebih dari 87.000 karyawan, tapi PHK berskala besar ini akan mengurangi jumlah karyawan secara signifikan. WSJ bahkan mengatakan PHK di Meta akan lebih parah ketimbang PHK di Twitter, yang memberhentikan sekitar 3.800 karyawan.

Dalam laporannya, WSJ mengungkap jumlah karyawan Meta meningkat pesat dalam dua tahun terakhir. Pada tahun 2020 dan 2021, lebih dari 27.000 karyawan baru bergabung dengan Meta, diikuti dengan 15.344 karyawan pada sembilan bulan pertama tahun 2022.

PHK ini akan jadi pengurangan tenaga kerja berskala besar pertama dalam sejarah Meta. Meta, yang juga merupakan induk Instagram dan WhatsApp, sebelumnya dikabarkan akan mengurangi pengeluaran perusahaan setidaknya 10% dalam beberapa bulan ke depan.

Pada bulan Juni lalu, Chief Product Officer Meta Chris Cox memperingatkan karyawan bahwa perusahaan akan memasuki masa serius. Cox juga meminta karyawan untuk bekerja semaksimal mungkin di tengah pertumbuhan yang melambat.

Saat mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal ketiga, CEO Meta Mark Zuckerberg juga memberi sinyal bahwa PHK akan segera terjadi.

"Pada tahun 2023, kami akan memfokuskan investasi kami pada sejumlah kecil area pertumbuhan prioritas tinggi. Jadi itu berarti beberapa tim akan tumbuh, tetapi sebagian besar akan tetap sama atau menyusut selama setahun ke depan," kata Zuckerberg, seperti dikutip dari The Verge, Senin (7/11/2022).

"Secara agregat, kami memperkirakan akan mengakhiri tahun 2023 dengan ukuran yang kira-kira sama, atau bahkan organisasi yang sedikit lebih kecil dari saat ini," sambungnya.

Meski Zuckerberg mengatakan Facebook saat ini memiliki lebih banyak pengguna aktif dari sebelumnya, investor masih khawatir dengan investasi perusahaan di bisnis metaverse. Sepanjang tahun ini, bisnis metaverse Meta sudah mengalami kerugian sebesar USD 9,4 miliar.

Nilai saham Meta juga anjlok 73% sejak awal tahun ini, mencapai titik paling rendahnya sejak awal tahun 2016.



Simak Video "Isu Mark Zuckerberg Akan Lengser Tahun Depan Dibantah Jubir Meta"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT