Intel Mau Ngirit Besar-besaran, Termasuk PHK Pegawai

Intel Mau Ngirit Besar-besaran, Termasuk PHK Pegawai

ADVERTISEMENT

Intel Mau Ngirit Besar-besaran, Termasuk PHK Pegawai

Anggoro Suryo - detikInet
Sabtu, 29 Okt 2022 21:41 WIB
The logo of Intel is seen during the annual Computex computer exhibition in Taipei, Taiwan June 1, 2016. REUTERS/Tyrone Siu
Foto: Reuters/Tyrone Siu
Jakarta -

Intel memasikan akan melakukan PHK terhadap sejumlah karyawannya yang merupakan bagian dari rencana mereka untuk melakukan efisiensi besar-besaran.

Pengumuman ini adalah bagian dari laporan keuangan Q3 2022, di mana Intel berencana mengirit pengeluaran mereka sebesar USD 3 miliar pada tahun 2023. CEO Intel Pat Gelsinger menyebut PHK adalah salah satu cara untuk melakukan efisiensi tersebut.

Gelsinger juga menyebut akna mengurangi jumlah jam kerja untuk para pegawai pabriknya. Lalu pada akhir 2025 mendatang, Intel berharap bisa mengirit pengeluaran antara USD 8 miliar sampai USD 10 miliar pertahun.

Efisiensi ini adalah dampak pajang dari masalah kelangkaan chip semikonduktor yang terjadi selama pandemi. Kelangkaan tersebut memaksa para produsen chip untuk menggeber produksinya. Namun kini permintaan chip jauh berkurang, yang membuat kondisinya berubah jadi kelebihan pasokan, yang diperkirakan akan terjadi pada awal 2023 mendatang.

"Industri chip berubah dari kelangkaan menjadi kelebihan (pada awal 2023) di berbagai jenis perangkat. Hal ini akan berdampak negatif pada pemasukan perusahaan di industri chip (setidaknya di kebanyakan kasus), dan biasanya, situasi seperti ini membutuhkan evaluasi ulang atas biaya dan margin keuntungan," kata Gaurav Gupta, analis di Gartner, seperti dikutip detikINET dari The Verge, Sabtu (29/10/2022).

Intel belum bisa memastikan jumlah pegawai yang akan terkena PHK dan divisi mana yang paling banyak terdampak. Namun menurut Gelsinger, pengeluaran mereka untuk pegawai terbilang kecil dibanding pengeluaran di sektor lain.

Jadi dengan kata lain, Intel tampaknya akan lebih berfokus melakukan efisiensi di bagian lain seperti pabrik karena akan berdampak lebih besar. Padahal saat ini Intel tengah membangun pabrik baru di Ohio, Amerika Serikat, yang diperkirakan akan menghabiskan uang lebih dari USD 20 miliar.

Sementara itu laporan keuangan Intel untuk Q3 2022 terbilang aman, karena sudah berhasil keluar dari "zona merah" alias kerugian yang mereka alami pada Q2, yaitu rugi sebesar USD 500 juta, dan kini mereka meraup keuntungan sebesar USD 1 miliar. Meski sebenarnya angka tersebut lebih kecil 85% dibanding keuntungan mereka pada Q3 2021 yang menjadi bagian dari tahun finansial terbaik bagi Intel.



Simak Video "Komisi I DPR RI Sayangkan WNI Jadi Agen Intel Asing di Kaltara"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT