Cloud Tidak Cocok Buat Korporasi?

ADVERTISEMENT

Cloud Tidak Cocok Buat Korporasi?

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 12 Jul 2022 09:37 WIB
Cloud Computing
Ilustrasi cloud. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Pertumbuhan infrastruktur informasi dan teknologi di Indonesia terus berkembang ke arah yang lebih baik. Demikian halnya dengan jumlah pengguna internet yang mencapai sekitar 200 juta pengguna. Berdasarkan laporan berjudul The Future of Cloud in Asia Pacific dari Cisco dan BCG, pengeluaran infrastruktur informasi dan teknologi (IT), serta public cloud Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

Sedangkan pertumbuhan majemuk tahunan alias Compound Annual Growth Rate (CAGR) layanan public cloud di Indonesia mencapai 25%, lebih tinggi dibandingkan Malaysia 23% dan Singapura yang hanya 20%. Hanya saja pertumbuhan cloud di Indonesia masih belum terlalu berkembang.

Alasan cloud kurang sesuai untuk korporasi

Secara teknis, teknologi virtualisasi yang digunakan pada layanan cloud memungkinkan pelaksanaan proses multipleks pada hardware thread. Memungkinkan pembagian HT dalam beberapa virtual proses atau thread, yang secara bisnis bisa memberikan keuntungan.

"Cloud memang bagus dan menarik untuk ritel, startup, dan UMKM tapi kurang cocok untuk korporasi yang butuh mission critical," kata Julyanto Sutandang, CEO PT. Equnix Business Solutions saat berbicara pada program Equnix Weekly Tech Talk (EWTT) 2022.

Mission critical atau bermisi kritis yang dimaksud adalah kondisi kritikalitas sebuah sistem, yang tidak boleh "out of service" dalam kondisi apapun dan memiliki tingkat keamanan yang tinggi dalam segala aspek.

Dengan kata lain pengoperasian server tersebut sangat penting untuk menjalankan aktivitas rutin, seperti misalnya sistem internet banking, ATM, aplikasi pelayanan publik yang terus menerus melayani masyarakat secara online setiap saat.

"Cloud sejatinya dibuat untuk ritel sehingga mudah digunakan dimana dan kapan saja, untuk membayar yang dipakai saja (pay as you go) sehingga terasa murah serta dapat disesuaikan kebutuhan," jelas Julyanto.

"Jadi layanan ritel pasti tidak akan mau direpotkan oleh kebutuhan korporasi besar yang tentunya ingin dilayani secara premium dengan sentuhan personal. Karena didesain untuk ritel kemudian dipergunakan oleh Bisnis (B2B), jadinya tidak cocok, ada yang missed," sambungnya.

Faktor level keamanan dan kenyamanan yang tinggi dalam menjaga kestabilan, kemudahan dimaintain dan dioperasikan, menurut Julyanto, menjadi alasan utama bagi korporasi besar dalam memilih sistem yang digunakan.

"Pada public cloud, kita merasa seperti bisa mengontrol padahal tidak punya control sama sekali. Korporasi besar pastinya ingin memiliki total kontrol sedangkan kalau dikelola dengan cara masa lalu maka sangat merepotkan, apalagi jika tidak punya departemen IT yang bagus," tambah I Made Wiryana, pengajar dan konsultan pemerintah dalam bidang TI yang hadir sebagai pembicara tamu.

Equnix Appliance

Pada semester ke-2 tahun 2022 ini, mengambil momentum pada ulangtahun yang ke-15, Equnix Business Solutions memperkenalkan Equnix Appliance yang merupakan produk layanan yang diperuntukkan bagi korporasi.

Equnix Appliance memberikan layanan senyaman dan semudah cloud namun dengan kontrol penuh oleh pengguna, lengkap dengan layanan premium. Equnix Appliance diklaim sebagai solusi total karena bisa menghapuskan semua keruwetan terkait hardware, sistem operasi, tools, perawatan dan dapat sampai dengan operasional.

Sebuah sistem teknologi informasi yang dipergunakan oleh korporasi memiliki kesatuan integritas layanan dari ground to apps, menyeluruh dari hardware, os, tools hingga aplikasi dalam hal pengembangan, operasional dan perawatannya.

Secara spesifik, Equnix mengklaim belum ada layanan cloud yang bisa memberikan keleluasaan pengguna untuk 'ikut campur' hingga ke level hardware yang digunakan oleh pemberi layanan cloud tersebut, bilamana dibutuhkan.

Korporasi butuh layanan yang premium yang memberikan keleluasaan, fleksibilitas, dan kontrol sepenuhnya demi menjaga keandalan, ketersediaan dan kebertumbuhan. Sejatinya, sampai saat ini belum ada layanan cloud yang bisa memberikan hal tersebut.

"Untuk perusahaan besar, urusan data adalah modal dasar sehingga data tersebut tidak boleh keluar. Maka kontrol sepenuhnya harus ada di tangan pemilik. Solusi yang ditawarkan Equnix ini jelas tepat karena memungkinkan kontrol data ada di tangan pemilik, tanpa harus repot memiliki hardware maupun tenaga IT yang berjumlah banyak," jelas Made.

Equnix Appliance bisa digunakan dengan beberapa metode seperti Managed Service Cloud On-Premise, Manage Service Appliance, dan digunakan secara mandiri atau tanpa manajemen layanan.



Simak Video "Canggih! Petani Durian Ini Kontrol Tanamannya Lewat Laptop"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT