Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Enterprise Tech
1000 Pengusaha UKM Dibimbing Manfaatkan TI
Enterprise Tech

1000 Pengusaha UKM Dibimbing Manfaatkan TI


- detikInet

Jakarta - Seribu pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) akan dibimbing untuk memanfaatkan teknologi informasi setelah FTII resmi membuka pusat pelatihan di tiga kota di Indonesia.Federasi Teknologi Informasi Indonesia (FTII) secara resmi membuka pusat pelatihan pemanfaatan teknologi informasi untuk pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) di Jakarta, Bandung dan Yogyakarta. Hasil kerja sama business to business (B2B) dengan APEC Digital Opportunity Center (ADOC) yang berbasis di Taiwan itu, ditargetkan mampu melatih hingga 1.000 pelaku usaha.Hal itu diungkap Presiden FTII Teddy Sukardi. Dia mengatakan asosiasi itu pada tahap awal menjalin kerja sama dengan Inixindo untuk melatih para pelaku UKM yang menjadi peserta, sekaligus mencetak instruktur baru di ketiga kota. "Kami ke depannya akan ada kerja sama dengan pihak lain seperti Kementerian Koperasi dan UKM dan kalangan perguruan tinggi," katanya di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (15/6/2006).ADOC akan memasok PC di telecenter dan dana untuk menyelengarakan pelatihan bagi pelatih maupun para pejabat pembuat kebijakan. Pelatihan khusus untuk pembuat kebijakan ini, yakni Elite Camp, diselenggarakan di Taiwan.Direktur PT Inixindo Persada Rekayasa Komputer Didik Partono Rudiarto, mengatakan perusahaannya ditargetkan melatih 1.000 pelaku UKM tahun ini dengan rincian 500 peserta di Jakarta dan masing-masing 250 peserta di Bandung dan Yogyakarta. "Pendekatannya bukan hanya soal teknologi informasi, tetapi mencakup manajemen bisnis dasar seperti administrasi keuangan dan pemasaran," ujarnya.Menurutnya, pendekatan bisnis ini lebih tepat guna menarik minat pelaku UKM dibandingkan hanya pelatihan TI saja. Selain itu, sebagian peserta pelatihan ini belum menjalankan manajemen bisnis yang benar. Pelatihan manajemen bisnis dinilai penting karena program ini juga menggandeng lembaga pembiayaan mikro untuk membantu UKM. Manajemen bisnis juga diharapkan mendorong pemakaian aplikasi-aplikasi bisnis. Pusat teknologi informasi UKM itu, menurut Teddy, mengambil model bisnis sebagai Application Service Provider (ASP), mengambil pemasukan dari pemakaian bebagai aplikasi yang dibutuhkan pelaku usaha. "Untuk itu dibutuhkan banyak aplikasi terutama yang dikhususkan untuk industri tertentu misalnya kerajinan. Untuk itu kami membuka kesempatan kerja sama dengan pengembang," tuturnya.Saat ini aplikasi yang tersedia masih terbatas, salah satunya adalah aplikasi e-commerce khusus untuk industri pariwisata sementara fasilitas itu juga membutuhkan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) tahap dasar seperti finansial.Secara fisik, telecenter akan dilengkapi 12 PC dengan satu server, namun kegiatan utama fasilitas ini adalah pelatihan dan konsultasi bisnis tentang penerapan e-commerce bagi UKM seperti publikasi produk lewat situs web. Model ASP juga untuk kelangsungan telecenter hingga mampu membiayai kegiatannya sendiri sebab ADOC hanya menyediakan dana untuk pemeliharaan sistem dalam jangka waktu tertentu. (rou) (rouzni/)






Hide Ads