Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Borland 'Rumahkan' 20% Karyawannya

Borland 'Rumahkan' 20% Karyawannya


- detikInet

San Francisco - Borland Software Corporation berencana merumahkan 300 orang karyawannya atau sekitar 20% dari tenaga kerjanya. Langkah ini dilakukan karena keuangan perusahaan kian terpuruk. Selain itu, Borland juga berniat untuk memangkas biaya pengeluaran perusahaan.Pembuat software development tools yang berbasis di Cupertino, California ini, mengatakan pemecatan ini akan dipusatkan pada operasional Borland di international."Kami yakin perubahan ini tak hanya akan mengefisienkan operasional, tapi juga mengarahkan sumber daya kami untuk mencapai sukses," tutur Tod Nielsen, Chief Executive Officer (CEO) Borland.Perusahaan menyewa Nielsen, eksekutif industri software veteran, sejak tahun lalu untuk menggantikan CEO Borland yang lama, Dale Fuller. Seperti diberitakan Associated Press dan dikutip detikINET Kamis (4/5/2006), Fuller mengundurkan diri sejak 10 bulan silam karena penjualan Borland makin memburuk.Dulunya, pada masa jabatannya selama enam tahun sebagai CEO, Fuller ikut andil juga mengangkat perusahaan dari keterpurukan.Kini Borland mencoba untuk bangkit kembali sesudah kehilangan US$ 29,8 juta (US$ 1 = Rp 8.800 Sumber: detikcom) pada 2005. Menurut laporan, keuangan Borland di kuartal ketiga cukup memuaskan, US$ 446.000 lebih banyak dibanding keuangan yang dilaporkan perusahaan sebelumnya.Sebagai tambahan, harga saham perusahaan pun sempat jatuh terjerambab hampir 60% sejak akhir 2004. Di perdagangan Rabu (3/5/2006) di Nasdaq Stock Market, saham Borland juga turun 6 sen menjadi US$ 4,94. (dwn) (rouzni/)






Hide Ads
LIVE