Incar 35% Pasar, Toshiba Rilis 4 Notebook Inti Ganda
- detikInet
Jakarta -
Toshiba mengincar 35% pangsa pasar notebook di 2006 yang ditakar perusahaan riset IDC sebesar 200.000 unit. Hal itu diungkap Gunawan Nugroho, Chief Representative PT Aneka Infokom Tekindo selaku distributor tunggal Toshiba di Indonesia."Kita berharap bisa capai market share 35 persen dari pasar notebook keseluruhan di 2006," kata Gunawan di News Cafe Kuningan, Jakarta, Kamis (27/4/2006).Seperti dituturkan Gunawan, pasar notebook di 2006 berdasarkan hasil studi perusahaan riset Independent Data Corporation (IDC), dipercayai sebesar 200.000 unit. Dengan pasar sebesar itu, target penjualan Toshiba tahun ini sekitar 70.000 unit.Target Toshiba tahun ini pun meningkat dua kali lipat lebih bila dibandingkan tahun lalu. Sebelumnya Marketing Support Manager PT Aneka Infokom Tekindo, Willy Hendrajudo, mengatakan target penjualan Toshiba pada 2005 lalu hanya sebesar 30.000.Di tempat yang sama, Toshiba meluncurkan empat lini produk notebook terbarunya yang menggunakan platform Intel Mobile Dual Core. Kini, Qosmio G30, F20, Portege M400 Tablet PC, dan Tecra M5, resmi hadir di pasar mainstream Indonesia. Khusus untuk lini produk Qosmio, menurut Gunawan, Toshiba menargetkan penjualan sebesar 10 persen dari total penjualannya di 2006. Sedangkan untuk PC Tablet Portege, Gunawan mengharapkan bisa 'mencuri' 5 persen dari pasar notebook keseluruhan.Kembangkan Pasar Menengah AtasToshiba sendiri mengklasifikasikan produk notebook-nya menjadi tiga. Untuk segmen low-end, menurut Willy, Toshiba menjagokan notebook Satellite berkisar US$ 1.000-1.300 yang memberi kontribusi pemasukan 50-60 persen.Sedangkan untuk segmen menengah, adalah produk PC Tablet Portege yang dilepas dengan kisaran harga US$ 1.400-2.000 yang menjadi ujung tombak pemasukan sebesar 30 persen. Untuk pasar high-end, Qosmio dengan kisaran harga diatas US$ 2.000, cukup diandalkan untuk memberi kontribusi 10 persen."Dari segi market sih, kita inginnya kembangkan middle-up. Bukan berarti low-end kita tinggalkan. Tapi market-nya bagus di middle-up," papar Gunawan.Menuai KesuksesanAda pun strategi yang diusung Toshiba untuk mendongkrak penjualan produknya, yakni program promosi besar-besaran. Sebelumnya, vendor asal Jepang itu menggelar program 'Buy and be Billionaire' yang menjanjikan hadiah satu miliar rupiah. Program itu pun diklaim menuai kesuksesan.Menurut Willy Hendrajudo, dengan adanya program promo tersebut yang dikombinasikan dengan fitur di lini produk, harga, dan nilai tukar rupiah yang menguat, diyakininya cukup berhasil mendongkrak penjualan notebook Toshiba di kuartal pertama 2006."Memang sih nggak mem-boost 100 persen, tapi antusiasnya cukup besar. Ini terbukti dengan rata-rata peserta yang mendaftar sekitar 300-400 per dua minggu," tutur Willy.Dengan ditutupnya program promosi itu per 21 April 2006, menurut dia, program yang digelar sejak 21 Januari sukses menjaring total 2.000 pendaftar dari seluruh Indonesia."Penjualan kami di bulan pertama dan kedua pun terpenuhi dan naik 100 persen dari yang ditargetkan. Baru di bulan ketiga agak lesu, hanya naik 60 persen," ungkap Willy tanpa mau menyebut angka penjualan sebenarnya.Masih di acara itu, Program promo 'Buy and be Billionaire' telah menelurkan seorang milyarder baru. Adalah Daulat Sirait, marketing manager sebuah mesin pembangkit listrik tenaga diesel di kawasan Sunter, Jakarta Utara, yang ketiban rezeki sore ini. (rou)
(rouzni/)