Peluang dan Tantangan Penerapan Ruang Kerja Hybrid

Peluang dan Tantangan Penerapan Ruang Kerja Hybrid

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Minggu, 19 Sep 2021 20:52 WIB
Kerja Hybrid Entrust
Foto: Dok. Entrust
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membuat perusahaan-perusahaan di seluruh dunia mulai membuat rencana jangka panjang dan model kerja, seperti bekerja di kantor, bekerja remote, atau juga hybrid yang merupakan gabungan keduanya.

Entrust, perusahaan keamanan siber, mengungkap hal-hal yang dibutuhkan untuk mengamankan tempat kerja berbasis hybrid berdasarkan data yang diungkap oleh penelitian terbaru yang berjudul 'Securing the New Hybrid Workplace'.

Riset ini mengungkapkan bahwa mayoritas pemimpin bisnis (64%) dan karyawan (54%) secara global mengatakan bahwa perusahaan mereka saat ini menggunakan model kerja berbasis hybrid. Bahkan, 89% pemimpin bisnis dan 87% karyawan mengaku yakin dengan keamanan data perusahaan saat bekerja di luar kantor.

Akan tetapi saat mereka bekerja di kantor, 77% pemimpin bisnis dan 93% karyawan secara global setuju bahwa penting bagi perusahaan untuk memiliki sebuah sistem yang mencatat dan melacak pengunjung yang masuk dan keluar gedung saat karyawan bekerja di kantor.

Entrust melakukan survei terhadap 1.500 pemimpin bisnis dan 1.500 pemimpin bisnis dan 1.500 karyawan di Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jerman, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Indonesia, Jepang dan Singapura. Responden dari Indonesia meliputi 150 pemimpin bisnis dan 150 karyawan.

Survei ini dilakukan untuk lebih memahami bagaimana pekerja dari level manajer hingga ke jajaran direksi menyiapkan ruang kerja berbasis hybrid. Temuan-temuan utama dari penelitian ini di Indonesia, meliputi:

Hybrid akan terus hadir namun ada kekhawatiran besar akan sistem keamanan: Mayoritas pemimpin bisnis (82%) di Indonesia mengatakan perusahaan mereka menggunakan model hybrid dan 65% karyawan setuju.

53% karyawan melaporkan sebanyak enam contoh kehilangan produktivitas yang hilang ketika berkerja secara hybrid, namun para pemimpin perusahaan menyebut kebocoran data penting perusahaan (35%), keamanan internet rumah (19%), dan serangan siber (19%) sebagai tantangan keamanan terbesar mereka.

Manajemen pengunjung adalah sebuah prioritas di kantor: Semua pemimpin bisnis dan 99% karyawan di Indonesia setuju bahwa perusahaan perlu memasang sistem yang bisa mencatat dan melacak pengunjung yang masuk dan keluar gedung ketika para karyawan bekerja di kantor.