Gael Duval, Anggota Pendiri Mandriva Di-PHK
- detikInet
Jakarta -
Bagai petir di siang bolong. Anggota pendiri Linux Mandriva, Gael Duval, diharuskan hengkang dari perusahaan. Duval adalah salah satu diantara karyawan yang dipecat dari perusahaan. Pemecatan dilakukan karena keuangan perusahaan terpuruk."Ini tidak mudah. Bayangkan, Anda menciptakan lapangan kerja sendiri dan beberapa lapangan kerja untuk belasan orang. Dan tujuh tahun kemudian, CEO perusahaan Anda saat ini mengatakan bahwa Anda harus 'pergi' sekarang," tutur Duval saat wawancara, seperti dikutip detikINET dari CnetNews Kamis (16/3/2006).Duval menambahkan, selama satu tahun dirinya sudah bekerja keras untuk mengembangkan konsep baru sistem operasi open source yang dijuluki dengan "Ulteo". Konsep ini akan menjadi sistem open source, untuk mengandalkan akses Internet broadband.Mandriva, sebelumnya MandrakeSoft, konon keuangannya sempat meronta-ronta. Setelah mengakuisisi perusahaan Linux asal Brazil Conectiva, Mandriva bangkit dari kebangkrutan dan meraih banyak untung.Tapi, pada kuartal yang berakhir Desember 2005 silam, perusahaan kembali terperosok. Keuntungan mereka dilaporkan hilang US$ 712.000 (US$ 1 = Rp 9.102 Sumber: detik.com) dibandingkan keuntungan yang diperolehnya senilai US$ 1,24 juta tahun lalu."Hasil keuangan Mandriva sangat mengecewakan," kata perusahaan. Menurut Mandriva, hal ini dikarenakan berkurangnya penjualan produk mereka di pengecer, besarnya biaya pemasaran peluncuran produk baru, kekhawatiran ekonomi di Brazil dan terlalu lambat memulai kerjasama baru dengan pembuat komputer.Selain itu, perusahaan juga mangaku menghadapi banyak kompetisi dari rivalnya. Tidak hanya dari perusahaan-perusahaan global yang sudah exist seperti Red Hat dan Novell, tapi Mandriva juga harus berhadapan dengan perusahaan yang masih seumur jagung Ubuntu. Ubuntu cukup agresif dalam mengkampanyekan produknya, misalnya dengan mengizinkan produknya di-download secara cuma-cuma. Dalam hal ini, Mandriva juga dapat di-download secara gratis, khususnya untuk versi community.Karena situasi itulah, perusahaan akhirnya mengeliminasi para karyawannya secara berlebihan di Brazil dan Perancis. Namun Duval menegaskan dirinya berencana menuntut Mandriva karena melakukan PHK yang kasar. Eksekutif Mandriva di Paris sampai saat ini masih tutup mulut perihal pemecatan. (dwn)
(ien/)