Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laporan dari Singapura
Di Asia Oracle Bangun Lima Lab Riset
Laporan dari Singapura

Di Asia Oracle Bangun Lima Lab Riset


- detikInet

Singapura - Di Asia Pasifik, Oracle berencana membangun laboratorium penelitian dan pengembangan embedded systems di lima negara. Termasuk Indonesia?Keseriusan Oracle demi meraup pasar yang nilainya bisa tak terbatas itu diwujudkan dengan inisiasinya mengakuisisi perusahaan database berbasis Open Source, Sleepycat. Oracle melihat perusahaan itu bisa memperkuat Embedded Business Unit (EBU) miliknya dengan lini produk database embedded yang digelar oleh Sleepycat untuk produk Berkeley DB. Selain Sleepycat, Oracle sebelumnya juga mengakuisisi beberapa perusahaan seperti JD Edwards, PeopleSoft, dan Siebel.Selain akuisisi, Orace juga berencana membangun laboratorium penelitian dan pengembangan (innovation labs) untuk embedded systems di kawasan Asia Pasifik. Namun sayangnya, ketika detikINET menanyakan kemungkinan Oracle membangun pusat riset di Indonesia, Barton menyatakan Indonesia belum masuk dalam daftar perencanaan pembangunan lab tersebut. "Tidak untuk saat ini. Indonesia bersama Malaysia dan Thailand masih akan di bawah naungan lab di Singapura," jelas Vice President Embedded Systems Oracle, Mark Barton, di Hotel Pan Pacific, Singapura, Selasa petang (28/02/2006).Laboratorium itu rencananya akan dibangun di Korea, Cina, Jepang, India, dan Singapura. Negara-negara itu juga akan difasilitasi langsung dari pusat riset (R&D Center) Oracle di AS. Dalam 12 bulan ke depan, lab Oracle EBU akan berkonsentrasi mengembangkan infrastruktur software seperti Database 10g Enterprise Edition, Database 10g Standard Edition, Oracle Lite, Sensor Edge Server untuk RFID, Oracle Times Ten, Oracle Application Server 10g, serta Oracle Business Suite.Barton mengatakan bahwa unit bisnis EBU yang diluncurkan (untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang) dibentuk dengan persiapan khusus. "Meskipun unit bisnis ini tidak terbilang baru bagi Oracle, EBU dibentuk secara khusus karena potensi pasar di bidang embedded systems sangat potensial dan tingkat pertumbuhannya sangat signifikan," ujarnya."Aplikasi yang bisa dibuat embedded systems tak terhingga, dari praktik saat ini hingga di masa mendatang. Bahkan fungsi pemanfaatan data pada embedded systems semakin kaya seperti capturing, storing, analyzing, and sending information ke perangkat yang diinginkan," kata Barton.Pasar yang MenggiurkanMenurutnya pasar embedded systems terbilang sangat menggiurkan. Berdasarkan pengalaman Oracle sendiri sebelum membentuknya jadi bisnis unit khusus, pada tahun fiskal 2005 Oracle, keuntungannya secara global dari unit bisnis itu meningkat 60 persen. "Bahkan di Asia Pasifik tingkat pertumbuhannya mencapai lebih dari 200 persen," klaim Barton.Dari hasil riset National Association of Software and Services Companies, industri embedded systems secara global di 2005 menghasilkan sekitar US$ 25 miliar. Sedangkan di 2006 dan tahun mendatang, Barton memprediksikan angka itu akan meningkat secara signifikan. "Bahkan bisa berlipat-lipat dari sebelumnya karena salah satunya ialah momentum 3G," imbuhnya.Masih dari data yang diungkap oleh perusahaan riset itu, pasar embedded systems di India dari 2003 hingga 2004 mencapai US$ 1,6 miliar, sebuah peningkatan 44 persen. Sedangkan di Cina, pasar itu bernilai US$ 900 juta dan memberikan kontribusi sebesar 31 persen dari total pemasukan industri software di 2004. Angka kenaikan tahun ke tahun di Cina pun diperkirakan sebesar 149 persen untuk pasar bisnis itu.Sedangkan Senior Manager Corporate Communications Aplication & Industries untuk Asia Pasifik Lim Ee Guan mengatakan, pasar embedded systems sangat besar dan tak terbatas pada sektor bisnis tertentu saja. "Bahkan produk apa saja yang kita pakai sehari-hari pun bisa dijadikan sebagai target pasar, karena kita bekerja di belakangnya," jelas Guan.Banyaknya regulasi baru yang dikeluarkan oleh pemerintah di negara-negara Asia Pasifik termasuk Indonesia, dianggap Barton sebagai berkah karena menciptakan peluang bisnis baru yang nilainya sangat besar. Menurut Barton, pemerintah di Korea baru-baru ini saja sudah mengeluarkan 839 inisiatif regulasi baru. (rou/wsh)Liputan kali ini terselenggara atas kerjasama antara detikINET dengan Oracle Corp. (wicak/)




Hide Ads
LIVE