SAP Pilih India untuk Kembangkan NetWeaver
- detikInet
Bandung -
Perusahaan software asal Jerman, SAP menjadikan India sebagai pusat pengembangan SAP NetWeaver, dan akan terus dikembangkan. Perusahaan menyiapkan 20 juta euro untuk pengembangan aplikasi ini.Krish Datta, Managing Director SAP Indonesia lebih lanjut mengatakan, hal lain yang juga dilakukan perusahaan dalam pengembangan NetWeaver adalah penambahan jumlah pekerja profesional dari 2000 menjadi 4000 orang pada akhir 2006.NetWeaver merupakan suatu platform yang memungkinkan perusahaan untuk menyelaraskan berbagai platform yang berbeda, untuk mendukung suatu proses bisnis.Penunjukan India diwujudkan dengan didirikannya SAP NetWeaver Center of Excellence (COE) mulai tahun 2005. "COE di India akan terus dikembangkan untuk melayani kebutuhan industri dan fokus ke NetWeaver," kata Singgih Wandojo, Director Marketing & Channel PT SAP Indonesia, di Bandung, Sabtu (25/2/2006).COE di India terletak di kampus SAP Labs di Bangalore, India. COE merupakan fasilitas pengembangan SAP terbesar setelah di Jerman. COE akan menyediakan proses bisnis edukasi partner SAP di India dan Asia Pasifik yang berplatform NetWeaver.Selain India, SAP juga mendirikan pusat pengembangan di Cina. "Cina difokuskan untuk pengembangan solusi SAP Best Practices," ujar Singgih.Mei Ling Koh, SAP NetWeaver Business Development Asia Pasifik termasuk Indonesia mengatakan, adopsi NetWeaver terus bertambah selama 2005. "Pertumbuhan adopsi SAP NetWeaver berlangsung secara terus-menerus pada pertengahan tahun pertama 2005. Ini merupakan bukti bahwa pebisnis telah mengakui nilai tambah NetWeaver.""Dengan roadmap platform proses bisnis sesuai jadwal, kami mengharapkan tingkat adopsi akan terus tumbuh di wilayah Asia Pasifik," imbuhnya.Lebih lanjut Mei Ling menjelaskan, lebih dari 35% pertumbuhan NetWeaver di kawasan Asia Pasifik, dikarenakan bertambahnya pelanggan SAP Exchange Infrastructure (SAP XI) dan SAP Master Data Management (MDM).Beberapa perusahaan yang memakai SAP XI antara lain AHM Indonesia, Airservices Australia, Comalco Aluminium, Telstra, Telecom New Zealand. (nks)
(rouzni/)