Atalia Ridwan Kamil Bahas Digitalisasi dan Penyandang Disabilitas

Atalia Ridwan Kamil Bahas Digitalisasi dan Penyandang Disabilitas

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 01 Des 2020 12:35 WIB
Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya
Atalia Praratya bahas ekonomi dan penyandang disabilitas. Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Atalia Praratya Ridwan Kamil Ketua TP-PKK Provinsi Jawa Barat mengungkap bahwa digitalisasi juga harus dirasakan oleh teman-teman penyandang disabilitas. Menurutnya, pandemi lebih keras menghantam mereka yang memiliki disabilitas.

"Dampak pandemi tidak hanya memberikan efek dari sisi kesehatan masyarakat tapi juga ekonomi. Ada 9.400 lebih yang jadi korban PHK di Jawa Barat, apalagi para penyandang disabilitas yang kurang akses pendidikan dan kerja, mereka menjadi dua kali lebih rentan dalam memperoleh pendapatan," ucapnya dalam acara 'Grab Mendobrak Batas: Peluang Ekonomi Digital Bagi Penyandang Disabilitas', Selasa (1/12/2020).

Atalia yang merupakan istri dari Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil ini mengaku beberapa kali dicurhati oleh teman-teman penyandang disabilitas. Di bidang jasa, pendapatan mereka berkurang drastis atau malah tidak ada yang datang ke tempat mereka.

Di sini, Atalia menekankan pentingnya perbaikan proses pendataan disabilitas Indonesia. Ia mendorong kerjasama pemerintah dengan organisasi yang mengurusi difabel.

"Good data good decision, harus adanya perluasan jaring pengaman sosial dan akses keluarga disabilitas dengan gambar dan infografik yang bisa diterima semua pihak. Terakhir memanfaatkan peluang yang ada, digitalisasi. Berwirausaha dengan teknologi informasi jauh lebih tepat ketimbang menyewa ruang usaha," sarannya.

Terakhir, Atalia memberikan tips dalam memasarkan produk. Semua dimulai dengan survei pasar dan didukung dengan kepercayaan diri, persiapan diri menerima wawasan serta jejaring baru, juga kreatif dan inovatif.

"Harus tahu 'kenapa harus beli?'. Kita harus tahu produk itu disukai, setelah disukai harus dibutuhkan. Setelah disukai, produk harus diketahui, jangan sampai nggak bisa dibeli. Harapannya semua sektor bisa bekerja sama," tandasnya.



Simak Video "Kisah Kakak-Adik Disabilitas, Bertahan Hidup Dari Kupas Kelapa"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)