Google Tak Terima Dituduh Monopoli

Google Tak Terima Dituduh Monopoli

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Kamis, 22 Okt 2020 11:09 WIB
Google Digugat oleh AS atas Dugaan Memonopoli Persaingan Internet
Google Tak Terima Dituduh Monopoli (Foto: DW News)
Jakarta -

Departemen Kehakiman Amerika Serikat menggugat Google dengan tuduhan monopoli bisnis. Google tidak terima dan pasang badan.

Gugatan ini ditujukan kepada Google Alphabet Inc. Google dianggap bertindak melanggar hukum untuk mempertahankan posisinya sebagai yang teratas dalam konteks penelusuran dan periklanan di internet.

Google dituduh menggunakan uang miliaran dolar yang dikumpulkan dari pengiklan, untuk membayar perusahaan ponsel seperti misalnya Apple. Tujuannya agar menjadi mesin pencari utama di browser pengguna internet.

Alphabet Inc menaungi Google, Android dan YouTube. Sementara Google menguasai 90% pencarian global. Apa sikap Google terhadap tuduhan ini?

Kepala Bagian Hukum Google, Kent Walker mengatakan Google menganggap gugatan ini cacat hukum. Google mengklaim pihaknya menghadapi persaingan dengan Amazon dan Google mengklaim membantu banyak usaha kecil.

"Orang memakai Google karena mereka memilihnya, bukan dipaksa atau tidak bisa menemukan alternatif lain," kata Kent Walker dilansir New York Times, seperti diihat Kamis (22/10/2020).

Walker mengatakan gugatan itu tidak akan membantu para konsumen. Sebaliknya, hal itu akan mendorong munculnya situs pencarian yang tidak berkualitas.

"Harga ponsel akan naik dan orang akan lebih susah mendapatkan layanan pencarian yang ingin mereka gunakan," kilahnya.

Terkait deal bisnisnya dengan Apple --yang disebut sebagai bukti adanya monopoli-- Google juga membantahnya. Menurut mereka tidak ada yang salah antara kerjasama bisnis Google dan Apple.

Alasannya, konsumen tetap bisa mengganti setelan pencarian asal selain Google di perangkat mereka. Google meminta prioritas layanan pencarian di perangkat Apple, menurut mereka seperti perusahaan sereal meminta slot utama di rak penjualan sebuah supermarket.

Selain di Amerika Serikat, Google juga sebenarnya menghadapi tuduhan monopoli di Uni Eropa, Inggris dan Australia. Sementara di Amerika, pihak Google juga menilai tuduhan monopoli ini bernuansa politis karena pemerintahan Trump memang kerap menyerang Google dan YouTube.



Simak Video "Google Siap-siap Angkat Kaki dari Australia"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)