Pasar Makin Kering, Harga Ponsel akan Turun?
- detikInet
Jakarta -
Para produsen ponsel akan menghadapi masa-masa di mana mereka 'dipaksa' untuk menurunkan harga produknya. Pasalnya, pasar ponsel baru di negara berkembang makin kering.Firma periset pasar iSuppli mengungkap kecenderungan tersebut, seperti dikutip detikinet dari CnetNews.com, Kamis (12/11/2006).Pasar ponsel di negara berkembang cenderung makin jenuh. Tidak banyak konsumen yang mampu memacu pertumbuhan pasar, demikian ungkap kepala analis iSuppli Scott Smyser. Di pasar seperti Cina dan India, produsen ponsel perlu memiliki trik khusus untuk memikat konsumen. "Perlu ada ponsel ultra murah, bila perlu harganya di bawah US$30," kata Smyser.Rata-rata harga ponsel dari pabrik akan mengalami penurunan di tahun 2006. Besarnya bisa mencapai US$129 dari sebelumnya US$142 pada tahun 2005, kata iSuppli.Kemerosotan harga ponsel, dibarengi dengan penurunan penjualan, sama artinya dengan perlambatan industri.Sementara pasar ponsel global, diperkirakan ada peningkatan jumlah ponsel yang dikirim ke pasaran jadi 850 juta unit. Naik nyaris dua kali lipat dibanding 2002, dan naik 5 persen dari jumlah yang dipasarkan pada tahun 2005 yang besarnya 810 juta unit.Meski begitu, iSuppli berpendapat, peningkatan tersebut dinilai tidak cukup menutupi penurunan harga jual. Kalau sudah begini, pendapatan tahunan dari produksi ponsel akan turun 4,7 persen dari 115,1 miliar tahun 2005, menjadi US$109,7 miliar tahun ini. Di tahun-tahun mendatang, besarnya pendapatan tidak akan kembali ke tingkat pencapaian seperti tahun lalu. Kondisi ini akan berlangsung sampai 2009, di tahun itu iSuppli memperkirakan konsumen akan mencari ponsel dengan fitur lebih. Ponsel yang bisa memutar video, musik sekaligus memotret. Ponsel berteknologi generasi ketiga (3G) ini, akan mencatatkan pangsa pasar sebesar 40 persen, papar Smyser.
(ketepi/)