Pendapatan Musik Global Turun Rp 148 Triliun, Streaming Musik Naik 9%

Pendapatan Musik Global Turun Rp 148 Triliun, Streaming Musik Naik 9%

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 14 Agu 2020 21:44 WIB
Resso
Streaming musik di platform digital mengalami kenaikan. Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET
Jakarta -

Pandemi COVID-19 membawa perubahan pada berbagai macam aspek, termasuk industri musik. Christo Putra Head of Music and Content Resso Indonesia menjelaskan bahwa efeknya bisa dilihat dari data yang ada.

"Dengan Resso, user bisa terkoneksi lebih dalam musik streaming. Apalagi Indonesia sedang mengalami pandemi. Banyak pekerja kreatif yang tidak bisa jalan langsung. Based on data ternyata pengaruh," kata Christo dalam konferensi pers #RESSOnited.

USD 10 miliar pendapatan di dunia turun karena tour atau konser yang batal. Maka dari itu, tak mengherankan bila streaming musik naik 9% menjadi 47% di era digital, menurut World Economic Forum.

Namun di satu sisi, peningkatan sebanyak 23% untuk penggunaan media sosial juga terjadi (Global Web Index 2020). Bahkan 37% konsumen menghabiskan lebih banyak waktu untuk urusan hiburan.

Resso sendiri merupakan aplikasi streaming musik sosial buatan India. Resso beroperasi dari kantor global di Amerika Serikat (LA), Singapura, India (Mumbai), dan Indonesia.

"Resso sebenarnya social music streaming gabungan medsos, mungkin pertama di Indonesia dan dunia. Kami mengombinasikan musik streaming dengan medsos jadi ada comment, visual background, bisa diskusi di lagunya bukan cuma dengan user tapi juga dengan artis jadi experience lebih dalam," jelas Christo.

Namun, secara sistematis, aplikasi Resso bekerjasama dengan label internasional dan juga label lokal sehingga musisi yang ingin memasukkan karyanya ke aplikasi ini belum dapat secara langsung mengunggahnya.

Musisi memerlukan bantuan agregator musik, yakni perusahaan yang fokusnya untuk mendistribusikan musik ke tempat-tempat yang memakai lagu hasil rekaman secara komersil, untuk membuat musiknya dapat dinikmati di Resso.



Simak Video "WHO: Dunia Harus Siap Pandemi Berikutnya, Ini Bukan yang Terakhir"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)