Pasar Integration Suite Indonesia Akan Meningkat
- detikInet
Jakarta -
Banyaknya merger dan akuisisi diyakini akan berpengaruh baik pada pasar Integration Suite. Microsoft pun siap menyambut hal itu. Vice President Director PT Microsoft Indonesia Ari Kunwidodo mengatakan tren Integration Suite di Indonesia akan meningkat seiring dengan banyaknya korporasi yang melakukan merger dan akuisisi. Hal itu menurutnya, meningkatkan kebutuhan akan integrasi sistim informasi antar perusahaan terkait."Di samping itu masih banyak masalah klasik dari keberadaan aplikasi-aplikasi dalam satu perusahaan yang masih menjadi pulau-pulau tersendiri, sehingga membutuhkan solusi integrasi untuk konsolidasi informasi untuk proses bisnis," kata Ari dalam keterangan tertulisnya pada detikinet, Rabu (04/01/2006).Integration Suite didefinisikan sebagai produk integration middleware yang memiliki engine dengan fungsi transformasi dan routing. Microsoft BizTalk Server merupakan Integration Suite yang dimiliki oleh perusahaan software yang identik dengan sistim operasi Windows itu.Menurut lembaga riset Gartner, pasar Integration Suite Asia Pasifik 2004 membukukan pertumbuhan 2,5 persen dengan total pasar US$ 76,9 juta setelah tahun sebelumnya membukukan US$ 75 juta. Sedangkan angka pertumbuhannya secara global pada Mei 2005 sebesar empat persen dengan total pasar US$ 1,2 miliar. Namun sayangnya untuk 2006, baik Microsoft maupun Gartner belum mengungkap besaran dan peningkatan pasarnya.Menurut Ari, tidak ada satu aplikasi pun yang akan berdiri sendiri. Tapi, dia menambahkan, mengintegrasikan antara satu aplikasi dengan aplikasi lainnya tidak seperti saling bertukar byte saja."Korporasi perlu mengintegrasikan sistim yang terpisah dalam satu sistim yang koheren (berkaitan-red) untuk menciptakan proses bisnis yang efektif dengan investasi terukur," papar Ari."Baik dari sisi manfaat maupun biaya yang diperlukan dalam pembelian, implementasi, dan long run operasionalnya," tambahnya.Sedangkan sebagai panduan korporasi dalam memilih solusi Integration Suite, Gartner merumuskan metodologi RHA (Refined Hierarchical Analysis) yang memberikan panduan lima kriteria. Yakni fungsionalitas, viabilitas vendor, servis dan dukungan, visi dari vendor, serta biaya.Gartner pun menjabarkan hal biaya dalam tiga kategori, yakni biaya lisensi, biaya maintenance, dan biaya servis profesional.Perkuat AliansiSebelumnya pada November 2005, Microsoft telah merilis satu sistim yang dinamakan Microsoft Application Platform yang terdiri atas Biztalk Server 2006, SQL Server 2006, SQL Server 2005, dan Visual Studio 2005. Dengan dirilisnya produk aplikasi untuk server itu, ditengarai meningkatkan penjualan produk yang terkait dengan bisnis proses di dalamnya.Menurut Business Critical Systems Director Hewlett-Packard (HP) Indonesia, Hendrico Soewardjono, para vendor raksasa seperti Intel, HP dan Microsoft saat ini bersama-sama secara intensif meningkatkan adopsi teknologi komputasi 64-bit untuk aplikasi dengan biaya investasi yang optimum."Dirilisnya produk-produk server Microsoft yang mendukung 64-bit, akan memperkuat aliansi Intel-HP-Microsoft," kata Hendrico.
(rouzni/)