iflix Diterpa 'Badai' usai Co-founder Mundur

iflix Diterpa 'Badai' usai Co-founder Mundur

Aisyah Kamaliah - detikInet
Kamis, 11 Jun 2020 13:20 WIB
iflix
Iflix mulai goyah. Foto: instagram/iflix
Jakarta -

iflix mulai goyah dari sisi keuangan dan terancam dari krisis utang. Ini semakin diperparah oleh mundurnya kedua pendirinya sebagaimana mengutip DealStreetAsia.

Sumber-sumber dari dalam iflix mengatakan bahwa platform video on-demand ini menargetkan untuk membuat kesepakatan pada akhir bulan ini. Daftar calon pengakuisisi juga diklaim bocor -- meski belum diketahui seperti apa akhir skenario perjalanan iflix.

Patrick Grove, yang adalah Chairman iflix hingga 2019, mengundurkan diri dari dewan pada 9 April tahun ini. Luke Elliott, salah satu pendiri iflix, juga mengundurkan diri dari dewan perusahaan pada hari yang sama. Grove dan Elliott juga merupakan pendiri Catcha Group, pemegang saham utama iflix.

Ironis, dua direktur iflix lainnya juga mengundurkan diri pada 9 April yaitu David Nairn dan Mark Andrew Licciardo. Sebulan setelah kepergian Grove dan Elliott, iflix menunjuk Ryan Shaw dan John Zeckendorf.

Situasi makin sulit mendekati tenggat pembayaran utang serta penawaran saham perdana (initial public offering/IPO) pada 31 Juli 2020 senilai USD 47,5 atau sekitar Rp 747 miliar. Sebelumnya, perusahaan melaporkan kerugian bersih USD 158,1 juta pada 2018.

iflix belum mengumumkan pendanaan tambahan lagi. Prospek di iflix cukup mendebarkan sehingga investor Surya Citra Media (SCM) memutuskan pada tanggal 31 Desember 2019, untuk mengurangi investasinya di iflix, Rp 98,62 miliar rupiah (USD 7 juta).

Belum kelar menghadapi persaingan yang keras, pandemi Corona memberikan dampak pada perusahaan sehingga di bulan April iflix memberhentikan sejumlah karyawan. Pada saat itu, chief executive iflix Marc Barnett mengatakan kepada DealStreetAsia bahwa PHK tersebut sebagai tanggapan terhadap ketidakpastian seputar pandemi COVID-19.

"Industri ini tidak kebal terhadap keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya kala itu.

"Keputusan kami untuk mengurangi jumlah karyawan perusahaan datang setelah pertimbangan yang cermat dan dalam hubungannya dengan langkah-langkah pemotongan biaya lainnya, untuk memungkinkan perusahaan untuk bertahan dalam periode yang tidak terbatas dan tidak pasti ini," tutupnya. Demikian melansir Nikkei Asia Review.



Simak Video "Layanan Iflix Terancam Tumbang karena Persaingan"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)
Debat Capres AS