Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
CA Tak Ambil Pusing Soal Pembajakan

CA Tak Ambil Pusing Soal Pembajakan


- detikInet

Jakarta - Pembajakan piranti lunak masih jadi borok besar di Indonesia. Namun vendor piranti lunak CA tak banyak ambil pusing soal pembajakan. Lho kok?CA mengaku tak ambil pusing soal pembajakan, karena perusahaan yang membajak dianggap akan merugi. Apalagi, piranti lunak CA ditujukan bagi perusahaan bisnis, jadi perusahaan yang memakai bajakanlah yang akan rugi. Hal itu disampaikan Chua Meng Pin, Divisional Senior Vice President CA, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis (22/12/2005). "Software kami bukan seperti Windows, di mana setiap PC harus ada sistem operasi-nya. Jadi angka pembajakan kami terbilang kecil," ujar Chua. Selain itu, Chua mengaku tak terlalu khawatir karena undang-undang anti pembajakan sudah semakin baik. Contohnya di Singapura, tempat dirinya kini tinggal, terdapat undang-undang yang akan mengenakan denda dan hukuman penjara pada pelaku bajakan. Selain itu, peraturan di Singapura memungkinkan pembeberan publik perusahaan yang menggunakan software bajakan. Hal itu diyakini akan membuat malu perusahaan yang memakai bajakan. Meski demikian, Chua mengaku, untuk individual non-bisnis pemakaian software bajakan masih bisa 'dimaafkan'. Sedangkan Country Manager CA Indonesia, Jiono, mengatakan target bisnis CA adalah enterprise company. Dan menurutnya enterprise tak akan mau memakai bajakan."Sangat resiko! Meski implementasi TI high cost, tapi dari segi bisnis return-nya besar. Akan sangat berisiko bila perusahaan besar menggunakan bajakan," ujar Jiono. Apa risikonya? Selain tidak mendapat maintenance, lanjut Jiono, kerusakan akan menjadi tanggungjawab pemakai bajakan itu sendiri. Kejar Enterprise, Lambang BerubahCA mengaku akan lebih fokus pada bidang enterprise IT management (EITM). Meski demikan, CA tak memungkiri pasar Usaha Kecil dan Menengah. Aspek yang bisa diadopsi ke UKM, termasuk aplikasi, IT layer, serta Business Process. "UKM juga memiliki masalah yang sama seperti enterprise. Cuma bedanya di kompleksitasnya saja. Visi IT untuk enterprise bisa diadopsi ke UKM," lanjut Jiono. CA belum lama ini berganti logo. Brand lama yang masih mengaitkan nama CA dengan bentuk panjang Computer Associates telah ditinggalkan. Kata associates pada nama CA konon kerap disalahpahami. "Banyak yang menganggap ini adalah asosiasi komputer," ujar Jiono setengah bercanda. CA pun hadir dengan 'nafas' baru yang melambangkan jargon unify dan simplify. (wicak/)





Hide Ads