Penjualan Produk Makanan dan Minuman di e-Commerce Melesat

Penjualan Produk Makanan dan Minuman di e-Commerce Melesat

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Jumat, 24 Apr 2020 09:31 WIB
Sirclo
Foto: Dok. Sirclo
Jakarta -

Pandemi Corona yang kemudian diikuti oleh pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah daerah berdampak pada tren belanja online, salah satunya adalah pembelian produk makanan dan minuman.

Menurut data perusahaan e-Commerce enabler Sirclo, permintaan pada produk makanan dan minuman mengalami peningkatan 143% dari Februari sampai Maret 2020. Produk seperti minuman kemasan instan, jus kemasan, dan susu adalah produk yang kenaikannya paling tinggi, kemudian diikuti dengan produk makanan kemasan yang tahan lama, seperti biskuit, saus, dan camilan.

Peningkatan ini menurut Sirclo juga terus berlanjut sampai April. Sampai minggu kedua April, peningkatan permintaan produk tersebut sudah 1,5 kali lipat dibanding bulan Februari. Sampai akhir April nanti, kenaikan dibanding Februari diperkirakan akan mencapai 261%.

"Sejak adanya wabah COVID-19, fenomena perpindahan ke transaksi online tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Dengan metode pembayaran cashless, contactless delivery, dan pilihan produk yang lengkap, masyarakat bisa lebih aman dan nyaman melakukan pembelanjaan, tanpa khawatir akan risiko paparan virus jika meninggalkan rumah," ujar CEO dan Founder Sirclo Brian Marshal.

"Sebagian masyarakat yang mungkin belum pernah berjual-beli online sebelumnya, akan mau beradaptasi dan mencoba, karena ini adalah alternatif terbaik di tengah krisis," tambahnya dalam keterangan yang diterima detikINET.

Tren ini membuat para pebisnis pun harus memutar otak, terutama untuk mereka yang belum merambah e-Commerce untuk memasarkan produknya. Hal ini penting dilakukan agar perusahaannya bisa tetap beroperasi selama pandemi Corona.

Untungnya, saat ini transformasi usaha dari offline ke online menjadi semakin mudah. Ada setidaknya tiga kanal penjualan yang bisa dimanfaatkan untuk produk F&B. Pertama, mereka bisa memiliki website sendiri dengan template dari Sirclo Store, dimana penjual dan pembeli dapat terhubung secara langsung melalui website.

Kedua, bisnis F&B bisa mulai membuka toko dan berjualan melalui platform marketplace seperti Tokopedia, Blibli, Shopee, Bukalapak. Ketiga, aplikasi komunikasi seperti WhatsApp Business memudahkan penjual untuk berhubungan langsung dengan end-customer mereka dalam memproses transaksi.

"Melalui kekuatan digitalisasi, inovasi, dan adaptasi, bisnis F&B bisa tetap bertahan di tengah wabah COVID-19 dan PSBB yang diberlakukan pemerintah. Kuncinya adalah dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk tetap berinteraksi dengan pelanggan. Jika mereka dapat melakukan transformasi tersebut, kami percaya hasilnya tidak hanya akan terasa di tengah masa pandemi ini, melainkan dalam jangka waktu yang panjang juga," tutup Brian.



Simak Video "Tergiur Diskonan Lazada, Pasutri Ini Jadi Korban Penipuan"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)