Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Ramalan Berubah, Investor Intel Kecewa

Ramalan Berubah, Investor Intel Kecewa


- detikInet

Jakarta - Intel, produsen chip terbesar di dunia, terpaksa mengubah ramalan penjualannya ke titik terendah. Ini gara-gara hilangnya sebagian pangsa pasar Intel serta keterlambatan produksiIntel memperkirakan pendapatan kuartal keempatnya hanya akan mencapai antara US$ 10,4 miliar (US$ 1 = Rp 9.712 Sumber : xe.com) hingga US$ 10,6 miliar. Padahal, ramalan sebelumnya mencapai US$ 10,6 milar bahkan perusahaan berani menargetkan keuntungan hingga US$ 10,8 miliar.Perubahan ramalan itu membuat turunnya nilai saham Intel. Pasalnya banyak investor berharap Intel bisa mengikuti jejak lawannya, Texas Instrument, yang mampu meningkatkan target pendapatannya pada minggu ini. Saham Intel merosot sebanyak 3 persen dalam perdagangan elektronik New York."Hal ini akan cukup membuat kecewa. Padahal optimisme sekarang sudah cukup ada pada permintaan semikonduktor secara umum," ujar Cody Acree analis Stifel, Nicolaus & Co. seperti dikutip detikinet dari BBC News Senin (12/12/2005).Selain itu Intel juga mengubah perkiraan keuntungan margin kotor. Hal tersebut membuat analis bertanya-tanya, apakah benar mereka telah mencapai puncak."Banyak sekali kritik tentang prospek pertumbuhan mereka. Ibarat sedang mengendalikan kapal besar, mereka tidak dapat begitu saja memutar kendali dengan cepat," ujar Roger Kay peneliti Endpoint Technology Associates.Hambatan Intel saat ini terdapat pada masalah persediaan, tetapi Chief Financial Officer Andy Bryant mengatakan dapat mengendalikan masalah tersebut. Intel merasa bisnis mereka tetap kuat, karena tingginya permintaan laptop serta penjualan di pasar yang baru bermunculan.Saat ini Bryant juga sedang mengupayakan cara mengurangi biaya yaitu dengan memperbaiki teknik produksi. Sebagai informasi saham Intel turun sebesar 80 sen menjadi US$ 24,9 dalam perdagangan setelah mereka mengeluarkan ramalan pendapatan. (ien/)






Hide Ads
LIVE