Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BSA: Potong Pembajakan, Indonesia Bakal Melesat!

BSA: Potong Pembajakan, Indonesia Bakal Melesat!


- detikInet

Jakarta - Kajian yang dilakukan IDC dan Business Software Alliance (BSA) menyarankan agar Indonesia mengurangi tingkat pembajakan. Jika sukses, sektor TI Indonesia diramalkan bakal melesat. "Menurunkan tingkat pembajakan di Indonesia hingga angka 77 persen (pada 2009-red) akan menambah US$ 3,4 miliar kepada ekonomi, menciptakan 3.000 pekerjaan baru, dan meningkatkan pendapatan industri lokal hingga US$ 1,5 miliar," sebut kajian yang diterima detikinet, Jumat (9/12/2005). Saat ini tingkat pembajakan di Indonesia disebut mencapai 87 persen. Kajian itu tertuang dalam dokumen bertajuk Expanding The Frontiers of Our Digital Future: Reducing Software Piracy to Accelerate Global IT Benefits. Kajian dilakukan terhadap 70 negara di seluruh dunia. Dokumen tersebut merinci setiap negara yang dikaji oleh IDC. Laporan mengenai kondisi di Indonesia adalah satu-satunya yang menggunakan kata 'melesat' (catapult), tepatnya 'Pengurangan Tingkat Pembajakan Akan Melesatkan Indonesia ke Era Informasi' (Piracy Reduction Will Catapult Indonesia to The Information Age). Di Asia Pasifik, Indonesia disebut memiliki sektor teknologi informasi terkecil. Namun selama 2000-2004, IDC mencatat pertumbuhan yang pesat di sektor TI. Hal itu dipicu oleh pertumbuhan permintaan software sebesar 34 persen. Tanpa pengurangan tingkat pembajakan, pada 2009, sektor TI diperkirakan akan menyumbang US$ 3,4 miliar kepada gross domestic product Indonesia. Namun dengan pengurangan pembajakan, angka itu bisa mencapai US$ 4,7 miliar. Soal lapangan pekerjaan kajian itu juga terlihat optimis. Tanpa pengurangan tingkat pembajakan, jumlah pekerjaan pada 2009 bisa mencapai 31 ribu lebih. Dengan pengurangan pembajakan, angka itu diprediksi akan mewujud jadi 34 ribu lebih. Masih ada lagi yang akan diuntungkan dari pemotongan tingkat pembajakan, yaitu pemasukan dari pajak. Pemerintah diperkirakan akan menerima US$ 342 juta dari pajak di sektor TI apabila terjadi penurunan tingkat pembajakan ke 77 persen. Sebaliknya, tanpa hal itu, penerimaan pajak sektor TI hanya US$ 282 juta. Kajian yang dilakukan IDC, dan disponsori oleh BSA, itu jelas menguntungkan misi BSA. Aliansi tersebut memang terdiri dari berbagai produsen piranti lunak terkemuka, termasuk beberapa anggota lokal asal Indonesia. Anggota BSA mencakup Microsoft, Red Hat, Adobe, Macromedia. Tingkat pembajakan yang tinggi di Indonesia jelas membuat perusahaan-perusahaan tersebut tak bisa meraup untung sebesar yang diinginkan. Namun tak bisa dipungkiri, tingkat pembajakan yang tinggi menghambat tumbuhnya industri piranti lunak lokal di Indonesia. Saat ini Indonesia menduduki posisi keempat dalam tingkat pembajakan piranti lunak dunia. Vietnam, Ukraina, dan Cina berturut-turut berada di posisi puncak. (wicak/)





Hide Ads