Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sepertiga Cina Dikuasai, Nokia Panen 'Angpau'

Sepertiga Cina Dikuasai, Nokia Panen 'Angpau'


- detikInet

Jakarta - Di Cina Nokia rupanya memanen hasil yang cukup memuaskan. Pangsa pasar Nokia di negeri tirai bambu itu melampaui 30 persen setelah berhasil menjual 23 juta ponsel lebih. Hanya dalam waktu sembilan bulan pertama (berakhir September-red) 2005, Nokia berhasil menjual 23 juta handset di Cina. Jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu penjualan Nokia meningkat 77 persen. Sementara itu untuk pasar gabungan Cina daratan, Hong Kong dan Taiwan, pangsa pasar perangkat Nokia saat ini diperkirakan melebihi 30 persen alias sepertiga pasar di Cina. Hal itu diungkapkan Jorma Ollila, Kepala Eksekutif Nokia melalui pidatonya di Beijing, yang dilansir detikinet Senin (28/11/2005) dari situs Nokia.'Angpau' yang diterima Nokia dari negara dengan populasi terbesar di dunia itu pun tidak kecil. Selama tiga kuartal pertama 2005, penjualan ponsel perusahaan asal Finlandia itu di Cina tercatat US$3,3 miliar (US$1 = Rp 10.053, sumber: detik.com). Sedangkan penjualan ekspor dari negara Asia itu tercatat sekitar US$2,3 miliar."Saat ini Cina memiliki 380 juta orang pelanggan mobile. Kami percaya menjelang 2010, pelanggan mobile lain di Cina akan bertambah 250 juta orang, hal ini membuat Cina sebagai pasar mobile tunggal terbesar di dunia," papar Ollila dalam pidato tersebut. Sebagai informasi, Cina memiliki 1,3 miliar orang penduduk. Sebanyak 60 persen dari sistim telekomunikasi Cina sudah mobile. Inilah yang membuat para operator dan pembuat ponsel optimis akan besarnya pertumbuhan mobile masa depan. Demikian diberitakan AFP.Menurut prediksi yang diterbitkan di forum industri di Shanghai pada awal November, jumlah pelanggan ponsel di Cina diperkirakan bakal mencapai 520 juta pada 2008. Dua tahun berikutnya diduga meningkat menjadi 600 juta.Untuk ke depannya, Nokia berencana untuk terus meningkatkan kegiatan riset dan investasinya di Cina. Apalagi dengan semakin dekatnya peluncuran layanan telekomunikasi seluler generasi ketiga (3G). Menurut Ollila, dengan 3G pihaknya percaya Cina akan memasuki era mobilitas baru dan akan memainkan peranan penting di pasar global. (ien/)







Hide Ads