Jumat, 15 Nov 2019 08:35 WIB

Microsoft Menang Kontrak Militer Rp 140 Triliun, Amazon Protes

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kantor Amazon. Foto: Dok. Fortune Kantor Amazon. Foto: Dok. Fortune
Jakarta - Amazon terindikasi akan memprotes keputusan Departemen Pertahanan Amerika Serikat yang baru-baru ini memberikan kontrak besar layanan cloud computing pada saingan beratnya, Microsoft.

Dikutip detikINET dari CNBC, Pentagon telah menyatakan Microsoft sebagai pemenang, dalam kontrak yang bisa berlangsung 10 tahun dan bernilai sampai USD 10 miliar atau di kisaran Rp 140 triliun.

Didapatnya kontrak itu merupakan kemenangan besar bagi Microsoft di bawah CEO Satya Nadella, yang menyebut jika layanan cloud merupakan prioritas utama. Di sisi lain, adalah pukulan bagi Amazon Web Services yang sekarang masih menguasai pasar.


"Beragam aspek dalam evaluasi mengandung kesalahan dan bias, dan penting bahwa hal-hal tersebut diperiksa dan diperbaiki," demikian pernyataan Amazon.

Pentagon sebelumnya mengaku sudah berhati-hati sehingga pengumuman pemenang kontrak yang sedianya dilakukan tahun silam molor. "Kami harus tepat melakukannya sehingga kami tidak tergesa-gesa membuat keputusan,"jar Dana Deasy, Chief Information Officer Pentagon.

"Kami menghabiskan seberapa banyak apapun waktu yang dibutuhkan tim evaluasi untuk memastikan kami memilih solusi teknis terbaik dengan harga dan kriteria yang sesuai," paparnya.

Bisnis cloud Microsoft, Azure, pada kuartal III 2019 membukukan pertumbuhan 59%. Sedangkan Amazon Web Services di belakangnya dengan 35%, meski masih pemimpin pasar.



Simak Video "Dugaan di Balik Kebakaran Hutan Amazon"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)