Senin, 21 Okt 2019 22:32 WIB

4 Startup Mentereng yang Ternyata Rugi Segambreng

Fino Yurio Kristo - detikInet
2 WeWork
Halaman 3 dari 4
Foto: Reuters

Kejatuhan startup WeWork sedang jadi pusat perhatian di jagat bisnis maupun teknologi. Mereka sedang dalam posisi sulit karena mengalami rugi besar dan masih harus terus bakar uang. Tak heran jika sang CEO, Adam Neumann, dipecat.

Tanpa tambahan uang tunai, bisnis WeWork mungkin takkan dapat bertahan lama. "Perkiraan eksisting kami menunjukkan bahwa saat ini perusahaan tersebut membakar duit USD 2,8 milar per tahun," demikian analisis dari Bernstein.

Dengan persediaan uang tunai USD 2,5 miliar, WeWork dapat berhenti beroperasi pada tahun 2020 seandainya tidak lagi mendapatkan kucuran dana. Namun demikian, WeWork kabarnya sudah berdiskusi dengan calon investor potensial untuk menyelamatkan bisnis.

WeWork membutuhkan setidaknya USD 6 miliar agar dapat beroperasi dengan cashflow positif. Jika ada resesi ekonomi menghantam, angka tersebut bisa melonjak sampai USD 8 miliar.

Salah satu penyebab keuangan negatif WeWork adalah ekspansi yang sangat agresif. Bayangkan saja dalam 3 tahun terakhir, mereka membuka lebih dari 400 lokasi co working space baru di berbagai negara.

Untuk memenuhi kantor dengan startup yang mau menyewa, WeWork kabarnya memberi diskon besar. Hal wajar di dunia real estate agar gedung tidak kosong, tapi kemungkinan, diskon yang diberikan terlalu besar. Paruh pertama 2019, WeWork rugi USD 900 juta. Tahun 2018, total mereka buntung USD 2,8 miliar.

(ke halaman selanjutnya)

(fyk/fyk)