Rabu, 09 Okt 2019 20:40 WIB

Ini Dampak Banyak Unicorn Bagi Ekonomi Digital Indonesia

Agus Tri Haryanto - detikInet
Foto: Internet Foto: Internet
Jakarta - Startup bergelar unicorn di Indonesia terus bertambah seiring dengan masuknya Ovo yang memiliki valuasi di atas USD 1 miliar. Apa dampak yang terasa keberadaan startup ini bagi ekonomi digital Indonesia?

Untuk mengetahui hal tersebut, detikINET mencoba menanyakan kepada Asisten Deputi Telematika & Utilitas Kementerian Koordinator Perekonomian Eddy Satriya.

"Yang jelas kan, harus kita akui Unicorn itu memberikan lapangan pekerjaan dan bagaimana mekanisme finansialnya itu yang memang harus dimaksimalkan untuk kebutuhan kita juga," ujar Eddy di Jakarta, Rabu (9/10/2019).
Sebagai informasi startup unicorn ini dialamatkan kepada perusahaan rintisan yang memiliki valuasi di atas USD 1 miliar, di mana itu telah dicapai oleh Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan Ovo. Eddy mengatakan kehadiran startup unicorn tersebut perlu disambut positif.

"Unicorn itu kan tampil memberikan salah satu solusi bagaimana enterpreneurship itu dimaksimalkan melalui kemajuan teknologi. Nah, ini yang tentu saja membuka transparansi, jenis layanan yang lebih cepat dalam arti orang, katakanlah langsung transaksi dengan account yang dia punya, itu prinsip prinsip dasarnya dan itu saya pikir sangat mendorong kemajuan dunia perbankan kita," tuturnya.
Lebih lanjut lagi, Eddy mengungkapkan startup-startup ini turut membuka celah-celah yang tadinya tersumbat karena birokrasi dan regulasi bisnis.

"Katakanlah kita tahu perbankan tuh sekarang aspek security sangat regulated sekali, dan ini kan pelan-pelan dibuka," pungkas dia.

Simak Video "Rudiantara Semringah Sambut OVO Jadi Unicorn Kelima Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/fay)