Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bela Huawei, Bos Microsoft Kritik Donald Trump

Bela Huawei, Bos Microsoft Kritik Donald Trump


Fino Yurio Kristo - detikInet

Ponsel Huawei. Foto: Sina Mobile
Jakarta - Huawei mendapat pembelaan dari Chief Legal Officer Microsoft, Brad Smith. Ia mengkritik keputusan pemerintah Amerika Serikat di bawah komando presiden Donald Trump untuk memasukkan Huawei dalam daftar hitam.

Akibatnya, Huawei tak dapat membeli teknologi AS tanpa izin khusus. Smith menilai tidak ada alasan Huawei dilarang membeli komponen dari perusahaan seperti Microsoft.

Dia mengumbar bahwa perusahaan AS kerap meminta penjelasan mengenai keputusan semacam itu. Tapi jawaban mereka tidak memuaskan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT




"Kadang respons yang kami dapat adalah well, kalian tahu apa yang kami tahu, kalian akan setuju dengan kami. Dan jawaban kami adalah bagus, tunjukkan apa yang kalian tahu sehingga kami memutuskan sendiri. Seperti itulah negara ini bekerja," kritiknya.

Keputusan besar semacam itu menurut Smith butuh lebih banyak alasan dan tidak boleh dibuat tanpa fakta yang jelas, logis dan menurut hukum.

Lebih lanjut, ia menilai pengalaman Trump di industri hotel seharusnya bisa membuatnya mengambil keputusan yang lebih baik. Ia pun memberikan pengandaian soal Huawei.

(Ke Halaman Selanjutnya)

Bela Huawei, Bos Microsoft Kritik Donald Trump

Foto: Reuters
"Memberitahu sebuah perusahaan teknologi bahwa ia dapat menjual produk, tapi tak bisa membeli sistem operasi atau chip seperti memberitahu hotel bahwa mereka bisa membuka pintu tapi tidak boleh meletakkan kasur di kamar atau makanan di restoran. Anda membuat survival perusahaan itu dalam risiko," cetusnya, dikutip detikINET dari Neowin.

Smith memprediksi masih akan ada aturan yang malah lebih ketat lagi soal perusahaan teknologi. Padahal itu bisa merugikan perusahaan AS sendiri.

"Anda tidak bisa menjadi pemimpin teknologi global jika Anda tidak bisa membawa teknologi Anda ke ranah global," kata Smith.

Sanksi AS memang menimbulkan kesulitan besar pada Huawei. Contohnya soal larangan memakai aplikasi Google di sistem operasi Android membuat mereka tidak punya banyak pilihan.

Kabar terbaru, ponsel Huawei Mate 30 dilarang memakai aplikasi Google. Huawei memang punya sistem operasi sendiri yang bernama HarmonyOS, tapi ekosistemnya masih belum memadai.

(fyk/krs)







Hide Ads