Akibatnya, Huawei tak dapat membeli teknologi AS tanpa izin khusus. Smith menilai tidak ada alasan Huawei dilarang membeli komponen dari perusahaan seperti Microsoft.
Dia mengumbar bahwa perusahaan AS kerap meminta penjelasan mengenai keputusan semacam itu. Tapi jawaban mereka tidak memuaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Soal Android, Huawei Berharap Keajaiban |
"Kadang respons yang kami dapat adalah well, kalian tahu apa yang kami tahu, kalian akan setuju dengan kami. Dan jawaban kami adalah bagus, tunjukkan apa yang kalian tahu sehingga kami memutuskan sendiri. Seperti itulah negara ini bekerja," kritiknya.
Keputusan besar semacam itu menurut Smith butuh lebih banyak alasan dan tidak boleh dibuat tanpa fakta yang jelas, logis dan menurut hukum.
Lebih lanjut, ia menilai pengalaman Trump di industri hotel seharusnya bisa membuatnya mengambil keputusan yang lebih baik. Ia pun memberikan pengandaian soal Huawei.
(Ke Halaman Selanjutnya)
Bela Huawei, Bos Microsoft Kritik Donald Trump
|
Foto: Reuters
|
Smith memprediksi masih akan ada aturan yang malah lebih ketat lagi soal perusahaan teknologi. Padahal itu bisa merugikan perusahaan AS sendiri.
"Anda tidak bisa menjadi pemimpin teknologi global jika Anda tidak bisa membawa teknologi Anda ke ranah global," kata Smith.
Sanksi AS memang menimbulkan kesulitan besar pada Huawei. Contohnya soal larangan memakai aplikasi Google di sistem operasi Android membuat mereka tidak punya banyak pilihan.
Kabar terbaru, ponsel Huawei Mate 30 dilarang memakai aplikasi Google. Huawei memang punya sistem operasi sendiri yang bernama HarmonyOS, tapi ekosistemnya masih belum memadai.
(fyk/krs)