Kuartal Ketiga, Pendapatan Intel Naik 5 Persen
- detikInet
Jakarta -
Intel, produsen chip terbesar dunia, mengumumkan kenaikan pendapatan penjualan sebesar 5 persen kuartal ketiga. Hal ini disinyalir karena permintaan chip personal computer (PC) yang melonjak selama musim kembali ke sekolah.Meski begitu, pihak Intel sendiri diperingatkan bahwa pertumbuhan penjualan mereka setidaknya akan melambat selama kuartal keempat. Hal ini disebabkan karena imbas badai Katrina dan harga bahan bakar yang meningkat di Amerika Serikat."Komentar seperti itu setidaknya akan menghantui pasaran barang-barang teknologi selama kuartal ke empat," tukas Krishna Shankar dari JMP Securities, seperti dilansir SiliconValley.com yang dikutip detikinet Kamis (20/10/2005).Sementara itu, ia melanjutkan bahwa sebenarnya performa Intel pada kuartal ketiga bisa lebih baik jika raksasa chip tersebut tidak kekurangan produksi chip PC serta tidak tersandung denda US$ 300 juta (US$1 = Rp 10.132 sumber:detik.com) untuk masalah pelanggaran hak paten.Perusahaan tersebut mengumumkan pendapatannya yang diperoleh selama kuartal ketiga yang berakhir 1 Oktober kemarin yakni sebesar US$ 1,99 miliar. Nilai tersebut naik sebanyak 5 persen dari pendapatan tahun lalu pada periode yang sama sebesar US$ 1,91 miliar.Chief Executive Intel, Paul Ottelini mengatakan, pihaknya tidak dapat memenuhi permintaan chipset yang menghubungkan mikroprosesor perusahaan dengan PC lain. Namun, penjualan chip PC untuk dikonsumsi siswa sekolah ternyata lebih kuat dibanding yang diharapkan. Intel memiliki banyak stok untuk mikroprosesor tetapi tidak memiliki banyak simpanan untuk produk chip-nya. Setahun lalu saja, Intel memiliki surplus inventaris produk hingga bagian produksinya tidak terlalu sibuk.Para analis mengatakan, jika pertumbuhan penjualan Intel melemah selama kuartal keempat, maka pihaknya terancam kehilangan pasar atas rival terbesarnya, Advanced Micro Devices (AMD).Untuk diketahui saja, pada kuartal ketiga kemarin, Intel melaporkan kini perusahaannya memiliki sekitar 96 ribu pekerja. Naik 14 persen dari 91 ribu pekerja setahun lalu.
(ien/)