Rabu, 24 Apr 2019 07:35 WIB

Bos Redmi: Xiaomi Butuh Huawei

Muhamad Imron Rosyadi - detikInet
Foto: Agus Tri Haryanto/inet Foto: Agus Tri Haryanto/inet
Jakarta - Baru-baru ini, Huawei mengumumkan bahwa pihaknya sudah mengapalkan lebih dari 59 juta unit smartphone ke seluruh dunia pada Kuartal I 2019. Lebih lanjut, pada periode yang sama, mereka membukukan pendapatan sebesar USD 26.78 billion (Rp 377 triliun), atau tumbuh 39% dari Kuartal I 2018.

Capaian tersebut ternyata mengundang reaksi salah satu bos Redmi, yakni Lu Weibing. General Manager Redmi sekaligus Vice President Xiaomi Group itu mengatakan Xiaomi harus banyak belajar dari Huawei.


"Pada faktanya, Huawei memiliki 32 tahun pengalaman yang bersejarah, sedangkan Xiaomi baru berusia 9 tahun. Ini perusahaan yang masih muda dan akan terus belajar dari Huawei pada seluruh aspek," ujarnya.

"Dunia membutuhkan Huawei, dan Xiaomi membutuhkannya juga," ucapnya menambahkan, sebagaimana detikINET kutip dari Gizchina, Rabu (24/4/2019).

Lebih lanjut, Weibing juga mengatakan bahwa XIaomi percaya diri untuk mengejar Huawei yang dianggapnya sebagai lawan berat itu. Optimisme yang besar tentunya, namun mengejar perusahaan pembuat lini smartphone P30 itu bukan pekerjaan mudah.


Berdasarkan riset Gartner, sepanjang 2018 lalu, Huawei sukses mengapalkan lebih dari 202 juta unit ponsel ke seluruh dunia. Sedangkan Xiaomi hanya mampu mencatatkan pengapalan sebanyak 122 juta unit di periode yang sama.

Bisa jadi, Xiaomi perlu menggencarkan kehadiran mereka di Eropa, sebagaimana sudah dilakukan oleh Huawei yang 'terusir' dari Amerika Serikat. Hal itu sendiri sudah terlihat dengan dibukanya Mi Store anyar di Romania.



Tonton juga video Resmi Dirilis, Yuk Unboxing Penampakan dan Spesifikasi Redmi 7:

[Gambas:Video 20detik]

(mon/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed