Selasa, 23 Apr 2019 14:40 WIB

Apple Setor Rp 422 Miliar ke Amazon Tiap Bulan, Buat Apa?

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Foto: Stephen Lam/Reuters Foto: Stephen Lam/Reuters
Jakarta - Masa depan pemasukan Apple tampaknya tak cuma bergantung pada bisnis hardware, melainkan pada bisnis layanan, yang ternyata sangat bergantung pada Amazon.

Bisnis layanan Apple seperti Apple Music, iCloud, TV Plus, dan News Plus digunakan di hampir 1,5 miliar perangkat aktif. Dan semua itu ternyata dipegang oleh Amazon, dalam hal ini divisi cloud computing Amazon.

Apple ternyata adalah salah satu konsumen Amazon Web Service (AWS) terbesar, dengan tagihan bulanan lebih dari USD 30 juta dan terus bertambah. Memang, Apple tak pernah terang-terangan mengungkap kalau mereka sangat bergantung pada AWS.




Namun dengan pengeluaran lebih dari USD 360 juta per tahun untuk Amazon, Apple jelas sangat bergantung pada AWS untuk mengoperasikan bisnis intinya itu. Padahal keduanya terbilang kompetitor untuk sejumlah produk, seperti video online, AI, streaming musik, dan perangkat smart home.

Perlu dicatat juga, Apple jelas bukan satu-satunya perusahaan yang menggantungkan bisnis cloud-nya ke server milik Amazon. Ada banyak perusahaan yang menyetor ratusan juta dolar setiap tahunnya ke Amazon, seperti Lyft dan Pinterest.

Sejumlah perusahaan teknologi lain yang tak sebesar Google, Facebook dan Microsoft -- yang punya data center atau layanan cloud sendiri -- juga sudah mengungkap kontraknya ke AWS. Seperti Snap, Netflix dan Spotify.

Padahal, Apple sendiri pun mempunyai sejumlah data center yang mereka operasikan di Amerika Serikat, namun belum terungkap layanan online apa yang mereka jalankan di data center tersebut, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Selasa (23/4/2019). (asj/krs)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed