Mengutip Staits Times, Kamis (3/1/2019), Grab's Singapore Head, Lim Kell Jay, menyebut kalau GrabFood berkontribusi sebesar 30% dari total pendapatan perusahaan ride hailing tersebut. Banyak faktor yang membuat bisnis pesan antar makanan tumbuh pesat di 2019 dan beberapa tahun mendatang.
"(Bisnis) makanan adalah bagian besar dari rencana pertumbuhan kami di 2019. Kita akan memperluas GrabFood dan bisnis pengiriman dan bergantung pada jaringan kami dengan merchant-merchant restoran dan patner kunci kami di pasar," kata Lim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grab tengah bereksplorasi dengan sejumlah konsep bisnis makanan di negara-negara Asia Tenggara. Di Singapura, strategi yang dipakai yakni mengandalkan makanan favorit lokal seperti durian, sebagaimana Jenny Bakery dari Hong Kong.
Ditanya apakah strategi tersebut bisa berkelanjutan, Lim menyebut kalau para merchant bisa mengurangi biaya promosi secara signifikan setelah melihat perkembangan bisnis mereka.
Grab sendiri baru saja menerima suntikan dana segar dari Vertex Ventures dan GGV Capital. Lebih dari US$ 2,65 miliar dari portofolio seri H yang berasal dari beberapa investor kakap seperti Microsoft, Toyota, dan Booking Holdings.
Di sejumlah negara, Grab mengadopsi pendekatan lokal untuk menggenjot pertumbuhan GrabFood. Seperti di Vietnam, Grab berpatner dengan koki terkenan di sana untuk memperkenalkan menu lokal eksklusif yang dihadirkan di GrabFood.
Sementara di Indonesia, Grab memilih konsep Kitchen by GrabFood untuk mendekatkan beberapa item makanan yang populer ke konsumen, sehingga bisa efektif mengurangi waktu dan jarak pengiriman.
(ega/fyk)