Rupiah Melemah, Pasar Komputer Terusik
- detikInet
Jakarta -
Nilai rupiah terpuruk terhadap dolar, hingga mencapai lebih dari Rp 10.000 per dolarnya. Kondisi ini berimbas ke pasar personal computer (PC). Harga PC dalam dolar memang tetap, tapi setelah dikonversi ke rupiah, harganya jadi membumbung. Pasar pun sempat lesu.Pusat penjualan komputer di Dusit dan Mangga Dua, Jakarta sedikit terkena imbas dari melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$). Maklum, kebanyakan PC beserta periperalnya didatangkan dari luar negeri dan tentu saja berbandrol US$.Saat rupiah mulai labil dalam sebulan terakhir, pasar PC mulai agak sepi. Pengamatan yang dilakukan detikinet, Senin (29/08/2005), ke pusat penjualan PC di Dusit dan Mangga Dua menunjukkan hal tersebut. Sebut saja toko H.J. Computer yang menjual komputer desktop rakitan di bilangan Dusit. Toko yang biasanya ramai ini mempekerjakan 15 karyawan perakit PC, yang seluruhnya sibuk merakit PC saat pasar sedang ramai. Tapi belakangan, karyawan yang sibuk bekerja tak lebih dari lima orang, sementara yang lain tampak menganggur. "Sejak dolar naik, penjualan komputer menurun. Tetap ada komputer yang terjual, tapi tak seramai biasanya," kata pria penjaga H.J. Computer. "Yang datang kebanyakan hanya melihat-lihat, tapi tidak membeli. Mereka sepertinya menunggu harga turun," imbuhnya.Penjaga tersebut mengaku, akhir-akhir ini tokonya lebih banyak menjual komponen pelengkap seperti speaker atau printer. "Kalau speaker dan printer masih lumayan banyak yang terjual," ungkapnya.Hal yang sama juga dialami sejumlah toko lainnya seperti Surya Computer dan ARS Computer yang berlokasi di Mangga Dua. Pasar Notebook Lebih StabilLain halnya dengan penjualan notebook. Di toko EDC Computer, distributor notebook bermerek Toshiba dan Sony, saat ditemui detikinet, pemilik toko mengatakan bahwa akhir-akhir ini kondisi penjualan tidak jauh berbeda, meski rupiah melemah. "Penjualan tidak terlalu berbeda sebelum dan setelah dolar naik. Konsumen notebook lebih banyak dari kalangan menengah atas untuk ritel dan korporat, jadinya tidak terlalu berpengaruh," katanya memberi alasan.Membumbungnya nilai dolar memang tidak menaikkan harga komputer (dalam dolar), tapi nilainya jadi meningkat setelah dikonversikan dalam rupiah. Hal itu diungkap Setiono Gunadi, Sekjen Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo)."Harga komputer tidak terpengaruh kecuali nilai tukarnya saja. Kalau harga komputer impor yang dijual dalam dolar, harganya sih tetap. Hanya saja jika nilai tukar rupiah naik terhadap dolar, ya komputer yang dijual dalam rupiah naik," paparnya panjang.Sedangkan untuk harga komputer lokal, kata Setiono, kalau dijual pakai rupiah akan sangat berpengaruh terhadap adanya kenaikan dolar. Tetapi kalau dijual dalam dolar dinilai tidak berpengaruh alias tidak terlihat kenaikannya. "Kalau dijual harga US$1000 tetap US$1000. Jadi kalau penjual komputer memasang harga dengan dolar, tidak akan ada kenaikan. Kecuali bagi mereka yang pasang harga rupiah, akan ada kelihatan kenaikan harga," imbuhnya lagi.Menurut Sutiono, PC impor adalah PC yang paling mahal saat ini, diikuti PC lokal bermerek seperti Mugen, Zyrex. Sementara yang paling murah adalah PC lokal tak bermerek.
(ketepi/)