Sabtu, 17 Nov 2018 14:17 WIB

Tips-tips buat Pelaku UKM dalam Pemasaran secara Digital

Adi Fida Rahman - detikInet
Brand and Marketing Expert Erwin Panigoro berbagi tips buat pelaku UKM (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET) Brand and Marketing Expert Erwin Panigoro berbagi tips buat pelaku UKM (Foto: Adi Fida Rahman/detikINET)
Surabaya - Dalam usaha meraih kesuksesan, para pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) setidaknya bisa hal-hal ini dalam melakukan pemasaran secara digital.

Yang pertama adalah memiliki aset digital. Menurut Brand and Marketing Expert Erwin Panigoro, aset digital merupakan investasi jangka pendek dan panjang yang bermanfaat bagi produk yang dibuat oleh pelaku usaha. Paling sederhananya adalah media sosial seperti Facebook, Instagram, dan lainnya.

"Dewasa ini aset digital terus bertama, salah satunya Go-Food dan Go-Pay. Itu aset digital terkini yang harus dimiliki oleh siapapun, baik itu pembeli atau penjual," ujar Erwin saat berbicara diskusi Go-Jek Wirausaha di Surabaya, Sabtu (17/11/2018).

Menurut Erwin, aset digital penting dimiliki mengingat tren orang berbelanja online semakin tinggi. "Jadi aset digital harus segera dimiliki demi keberlangsungan produk mereka masing-masing."

Selain aset digital, Erwin menyebut pelaku bisnis agar harus berusaha agar produknya mudah ditemukan sekaligus melakukan branding yang tepat. Produk makanan, misalnya, tak boleh membuat branding sekenanya agar bisa menggugah ketertarikan orang.

"Perlu diingat ketertarikan orang membeli dilihat dari gambarnya, lalu melihat macam makanan yang disedikan, mereka melihat promo yang dimiliki. Kalau soal harga itu relatif, malah jadi hal yang terakhir di online," kata pria berkacamata itu.

Dalam kesempatan ini Erwin membagikan tips untuk pelaku UKM agar sukses dalam pemasaran secara digital:

1. Segera memiliki aset digital. Tapi jangan sekadar memiliki tapi harus dilegalkan.

"Semua aset yang dimiliki harus didaftarkan, harus dimiliki secara hukum oleh pelaku UKM. Sehingga tidak dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab," tutur Erwin.

2. Meningkatkan keterampilannya atau skill karena pemasaran digital tidak sama dengan konvensional. Penjual dituntut paham akan kebiasaaan konsumen.

3. Harus melek digital. Tidak boleh lagi mengaku gaptek meski tinggal di kampung sekalipun. Sebelum kalah dengan kemajuan yang lain, pelaku UKM harus mawas diri untuk melek digital.

"Tidak perlu belajar digital secara sempurna, cukup fundamentalnya dulu. Misalnya dimulai dari daftar Go-Food, menggunakan Go-Pay atau memiliki akun Go-Jek. Itu sih yang sederhana yang harus dimiliki UKM sekarang," kata Erwin.


(afr/krs)
ukm