Rabu, 17 Okt 2018 21:47 WIB

Dukung Ekonomi Kreatif, Tokopedia Tak Ingin Gusur Toko Offline

Virgina Maulita Putri - detikInet
Tokopedia tak ingin menggusur toko offline (Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET) Tokopedia tak ingin menggusur toko offline (Foto: Virgina Maulita Putri/detikINET)
Jakarta - Industri ekonomi kreatif saat ini menjadi salah satu cabang bisnis yang menjadi perhatian. Dengan mengangkat kearifan lokal dalam setiap produknya, industri ini terus berkembang setiap tahun dan mencapai berbagai sektor seperti fashion, film, bahkan game.

Campur tangan perusahaan teknologi seperti e-commerce pun tidak terelakkan mengingat skala pelaku industri ini banyak di usaha bisnis kecil dan menengah. Demi menjangkau konsumen yang lebih luas, butuh bantuan pihak ketiga.

Salah satunya adalah Tokopedia. E-commerce yang didirikan oleh William Tanuwijaya ini melihat peningkatan yang hebat dalam kehadiran industri kreatif di platform-nya, secara spesifik produk batik.

"Sejak 2014 penjualan batik di Tokopedia meningkat 35 kali. Sekarang jika bapak ibu mengetik batik di Tokopedia akan menemukan 660.000 produk pilihan batik di Tokopedia," kata CEO Office Manager Tokopedia Priscilla Anais saat berbicara di BEKRAF Outlook Conference di Djakarta Theater, Jakarta, Rabu (17/10/2018).




Priscilla mengaku bahwa angka ini menunjukkan besarnya peran Tokopedia dalam pengembangan ekonomi kreatif dan juga membantu pemerataan ekonomi di Indonesia.

Ia juga mengatakan bahwa Tokopedia memiliki banyak inisiatif yang dapat dimanfaatkan oleh bisnis kecil dan menengah untuk mengembangkan bisnis di era ekonomi digital. Salah satunya adalah Tokopedia Center yang baru diresmikan pada bulan lalu.

"Tokopedia Center itu adalah suatu toko offline di mana masyarakat sekitar bisa datang berbelanja. Ada juga kelas untuk belajar berbisnis online, bisa juga untuk masyarakat untuk menanyakan atau belajar lebih lanjut apa sih belanja online," jelas Priscilla.

Tokopedia Center ini sendiri baru diresmikan di tiga kota, yaitu Boyolali, Padang dan Palu. Tetapi ia mengatakan pihaknya akan menghadirkan toko ini di seluruh Indonesia.

Ia juga mengelak bahwa kehadiran Tokopedia Center akan merebut bisnis toko kelontong di kota-kota kecil. Tokopedia Center justru punya keinginan memberdayakan toko-toko tersebut.




"Dengan adanya Tokopedia Center yang nantinya akan tersebar di seluruh Indonesia, toko kelontong Indonesia nanti bisa punya kantong Doraemon. Jadi bayangkan tadinya toko kelontong cuma punya 100-200 SKU tiba-tiba dengan bantuan Tokopedia Center semuanya bisa dibeli di toko kelontong," jelasnya.

Ia pun mengatakan visi Tokopedia bukanlah sekedar menjadi raksasa e-commerce, melainkan sebagai agen yang mendukung pemerataan ekonomi lewat bantuan teknologi.

"Jadi ini bukan lagi paradigma online vs offline, di mana online akan mengalahkan para pemain offline. Itu bukan paradigma yang kami panut di Tokopedia," ujar Priscilla.

"Tapi lebih ke bagaimana kita bisa merealisasikan ekonomi yang lebih rata dan inklusif lewat bantuan teknologi," pungkasnya.



(krs/rns)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed