Jumat, 21 Sep 2018 07:45 WIB

Laporan dari Hangzhou

Alibaba Bocorkan Kecanggihan Olimpiade 2020

Rachmatunnisa - detikInet
Alibaba bocorkan kecanggihan Olimpiade 2020. Foto: Alibaba Alibaba bocorkan kecanggihan Olimpiade 2020. Foto: Alibaba
Hangzhou - Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang memang masih dua tahun lagi. Namun berbagai hal sudah dilakukan, termasuk dari persiapan teknologi penyiaran.

Sebagai sponsor utama Olimpiade 2020, Alibaba Group akan memanfaatkan ajang pesta olahraga sedunia ini sebagai panggung unjuk gigi teknologi besutannya, melalui anak perusahaan cloud miliknya, Olympic Broadcasting Services (OBS) dan Alibaba Cloud.

Di ajang Computing Conference yang berlangsung 19-22 September 2018 di Hangzhou, China, Alibaba Group mengumumkan peluncuran OBS Cloud, sebuah solusi penyiaran inovatif yang beroperasi sepenuhnya menggunakan teknologi cloud.

Alibaba menjanjikan solusi canggih ini akan membantu mentransformasi industri media di era digital, dengan menyediakan seluruh komponen cloud yang diperlukan, dengan konfigurasi spesifik.

"Kami sangat senang Alibaba Cloud telah menciptakan pendekatan yang inovatif dan berpengaruh terhadap penyiaran Olimpiade. Sebagai penyiar utama Olimpiade, kami di OBS dapat melihat diri kami sebagai pemimpin dalam mentransformasi industri media," ujar CEO OBS Yiannis Exarchos di panggung Computing Conference 2018.

Dia menyebutkan, OBS diharapkan dapat mendukung permintaan produksi konten yang sangat tinggi dan alur distribusi penyiaran Olimpiade.

"Olimpiade Tokyo 2020 akan menunjukkan cara baru dalam industri penyiaran karena teknologi ini akan membuka banyak kesempatan baru melalui solusi berbasis cloud," sebutnya.

Cloud untuk Siaran Olimpiade

Penggunaan teknologi cloud telah diadaptasi untuk pembuatan konten dan tujuan distribusi di bidang penyiaran. Namun dengan persyaratan yang tinggi untuk akurasi volume, kecepatan, dan jarak waktu yang sangat krusial dalam penyiaran pertandingan olahraga untuk perhelatan besar, penggunaan teknologi cloud masih sangat minim, padahal keuntungannya sangat besar.

Selain menyediakan fleksibilitas dan skalabilitas, penggunaan cloud juga dapat membantu keterbatasan waktu bagi para penyiar untuk menyiapkan, menguji, dan mengoperasikan sistem mereka.

Alibaba Janjikan Olimpiade 2020 Lebih CanggihAlibaba bocorkan kecanggihan Olimpiade 2020. Foto: Alibaba


Secara tradisional, penyiar Olimpiade hanya dapat mengimplementasikan dan menguji alat mereka setelah tiba di International Broadcast Centre
(IBC) di kota yang menjadi tuan rumah, dan area yang disediakan untuk penyiar di lokasi sangat diminati dan terbatas.

Sebagai penyiar utama, OBS kini dapat menyediakan hampir seluruh aset visual dan audio dari Olimpiade kepada seluruh Rights Holding Broadcaster (RHB) atau penyiar resmi secara efisien, efektif, dan aman.

Penyiar juga dapat membuat, mengatur, dan mendistribusikan konten mereka menggunakan OBS Cloud, sebuah solusi yang telah dioptimalkan untuk menjawab kebutuhan distribusi cabang olahraga yang paling diminati.

Hak milik OBS Cloud meningkatkan layanan Alibaba Cloud dan menampilkan infrastruktur teknologi terbaik untuk menciptakan lingkungan penyiaran yang optimal untuk seluruh penyiar resmi Olimpiade.

OBS Cloud yang akan bekerja menggunakan prosesor Intel Xeon, menawarkan rangkaian solusi termasuk kapabilitas komputasi super, sambungan berkecepatan tinggi langsung dari IBC, sistem penyimpanan ke cloud yang mudah diakses meskipun dibebani dengan tuntutan tinggi dari Olimpiade, pengawasan real-time, siaran langsung baik video maupun audio, dan media processing.

Intel, yang juga merupakan mitra Olimpiade, akan berkolaborasi dengan Alibaba dan OBS untuk mencari sistem pengiriman media yang paling
efisien dan andal untuk RHB di seluruh dunia.

Dengan begitu, para penyiar resmi dapat meningkatkan pengalaman penonton dan membawa mereka lebih dekat dengan Olimpiade melalui teknologi volumetrik dan virtual reality milik Intel.

Selain itu, layanan media di OBS Cloud memberikan kesempatan bagi penyiar resmi untuk bereksperimen dengan program baru dalam lingkungan percobaan yang aman.

Para penyiar juga dapat menyelenggarakan acara yang interaktif guna meningkatkan digitalisasi liputan selama Olimpiade berlangsung.

Setelah Olimpiade, RHB pun memiliki keleluasaan untuk menyimpan aset tersebut secara pribadi atau menyimpannya di cloud OBS untuk acara
Olimpiade yang akan datang.

"Tokyo 2020 akan membuka kesempatan bagi Komite Olimpiade Internasional melakukan transformasi digital di industri media, sekaligus mendukung penyiar di seluruh dunia dengan platform cloud yang menyediakan berbagai cara baru untuk menikmati Olimpiade dari seluruh dunia," kata General Manager of Global Strategic Accounts and Sports Business Unit Alibaba Cloud Joey Tan.

CTO dan Head of Product of Intel Sports Jay Sankar menambahkan, masa depan Olimpiade berada dalam genggaman teknologi cloud dan Alibaba Cloud berkomitmen untuk berkontribusi terhadap transformasi digital Olimpiade melalui inovasi.

"Kerja sama dengan OBS ini adalah inisiatif menarik untuk memperluas jangkauan konten Olimpiade dan kembali memikirkan bagaimana industri media beroperasi di era digital," ujarnya.

Seperti diketahui, penggemar olahraga zaman sekarang mencari pengalaman yang lebih nyata dan melibatkan penonton. Kerja sama Intel, Alibaba Cloud, dan OBS, ditargetkan bisa memberikan pengalaman baru yang luar biasa kepada penyiar resmi dan penonton melalui cara terbaik dan efisien melalui OBS Cloud, dengan dukungan prosesor Intel Xeon.

Kerja sama antara Alibaba Group dan Komite Olimpiade Internasional dimulai pada Januari 2017 saat kedua pihak menandatangani perjanjian strategis jangka panjang yang akan membantu mengubah Olimpiade di era digital.

(rns/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed