Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Oracle : Jadikan IGOS Keuntungan Buat Semua

Oracle : Jadikan IGOS Keuntungan Buat Semua


- detikInet

Jakarta - Oracle menganggap momentum Indonesia Goes to Open Source (IGOS) sebagai pasar yang menguntungkan semua pihak. Untuk itu diperlukan dukungan, khususnya pemerintah, untuk menguatkan pasar tersebut.Adi J. Rusli, Managing Director Oracle Indonesia menuturkan, gerakan open source menciptakan pasar baru. Peluang pasar yang sangat besar itu, mendorong Oracle untuk mengkampanyekan secara gencar penggunaan produknya yang kompatibel dengan sistim operasi berbasis open source.Menurut Oracle, gerakan open source pada IGOS seharusnya bisa menguntungkan semua pihak seperti pemerintah, industri, para pengembang lokal dan perusahaan jasa komersil seperti Oracle sendiri. Oracle sebagai perusahaan komersil menginginkan momentum IGOS sebagai sarana penciptaan pasar baru untuk produknya."Budget untuk belanja TI dengan menggunakan open source juga lebih murah dibanding proprietary (kode program terkunci-red)," kata Adi kepada wartawan di Courtyard Terrace Cafe, Jakarta, Selasa (19/7/2005). "Linux juga bisa untuk menjalankan mission critical," tambahnya.Goenawan Loekito, Marketing Director Oracle Indonesia mengatakan, Linux yang sebelumnya hanya eksis di dunia akademisi, sekarang sudah terangkat ke dunia enterprise. Hal itu membuat persaingan pasar semakin kompetitif dan banyak alternatif pilihan.Oracle berharap IGOS bisa diaplikasikan ke bisnis komersil dan enterprise. Menurut Adi dan Goenawan, negara-negara maju di Eropa dan Amerika sudah berani mengaplikasikan open source ke dalam sistim mereka.Untuk mensukseskan IGOS menurut Oracle diperlukan contoh nyata sebagai pembuktian. Adi mencontohkan Teh Botol Sosro dan Semen Padang merupakan perusahaan-perusahaan besar yang sudah mengaplikasikan Linux. Tak mau kalah, Oracle juga mengklaim sudah mengaplikasikan open source dalam sistim mereka."Tidak hanya teori, tapi juga contoh nyata," kata Adi. "Oracle mendukung IGOS secara real," tambahnya.IGOS sendiri menurut Goenawan, memang didukung oleh Oracle, IBM dan Sun Microsystem tahun lalu bersama-sama dengan enam instansi pemerintah.Dorong PemerintahPemerintah sebagai regulator dan panutan, menurut Oracle bisa menjadi contoh untuk mensukseskan gerakan open source. Hal itu mempersulit para perusahaan bisnis seperti Oracle dan pengembang lokal untuk mendapatkan peluang apabila pemerintah sendiri tidak mengaplikasikan open source secara nyata."Bagaimana tidak, pemerintah kan jadi panutan tren. Perlu contoh proyek di pemerintah terlebih dulu," Ujar Adi.Goenawan juga mengatakan pemerintah perlu membentuk Center of Excellence sebagai pilot project seperti e-gov dengan open source. Instansi pemerintah seperti Departemen Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian Riset dan Teknologi (Ristek) diharapkan bisa menjalankan proyek tersebut dan menjadi contoh untuk departemen lain.Menurutnya, ide tersebut sudah pernah terlontar sebelumnya. Tapi departemen antar pemerintah masih saling menunggu satu sama lain untuk menjalankan proyek tersebut. Ide tersebut menurut Adi perlu untuk diingatkan kembali. Pemerintah bisa menjadi contoh nyata yang baik bagi pihak lain. "Paling tidak ada contoh kasus kepemimpinan," kata Goenawan.Gandeng Pengembang LokalPihak pengembang lokal menurut Oracle sebagai salah satu pihak yang bisa membantu mensukseskan IGOS. Oracle sendiri mengakui kualitas pengembang lokal dalam memberikan solusi yang tidak kalah dengan solusi yang ditawarkan perusahaan besar seperti Oracle.Adi menceritakan contoh kasus nyata penawaran solusi untuk sebuah sistim perbankan. Oracle bersama pengembang lokal berkompetisi untuk menawarkan solusi itu. Ternyata setelah dibandingkan, solusi yang ditawarkan pengembang lokal untuk bank tidak kalah kualitasnya dengan solusi Oracle. Lanjut Adi, hal itu menggambarkan potensi pengembang lokal yang bisa digali."Potensi seperti itu bukan hanya 1-2 saja. Apabila terus dibantu dan dikembangkan, hal itu juga menguntungkan untuk pemerintah," kata Adi.Oracle juga menyatakan dukungannya pada pengembang lokal dengan mengedukasi seperti proses migrasi, porting, teknologi upgrade, sampai ke penjualan produk."Para pengembang lokal itu juga mendapatkan portofolio dan tumbuh rasa percaya diri dengan membawa nama Oracle," kata Adi.Oracle tidak berharap mendapatkan keuntungan instan dengan mendidik para pengembang lokal. Tapi hal itu merupakan investasi jangka panjang yang ditanamkan Oracle "Setidaknya kalau kita tidak dapat proyek penyediaan aplikasi, kita masih bisa support database-nya," kata Adi (rouzni/)






Hide Ads