Senin, 04 Jun 2018 08:00 WIB

Bangun Jaringan Logistik Pintar, Alibaba Kucurkan Rp 200 Triliun

Virgina Maulita Putri - detikInet
Foto: Alizila Foto: Alizila
China - Raksasa e-commerce Cina, Alibaba, mengivestasikan lebih dari 100 miliar Yuan (Rp 200 triliun) untuk mengembangkan jaringan logistik pintar. Jaringan ini merupakan bentuk antisipasi Alibaba menghadapi masa depan di mana satu miliar paket harus diproses dalam sehari.

Secara spesifik, Alibaba bertujuan untuk menyediakan pengiriman satu hari di seluruh Cina dan pengiriman 3 hari untuk pasar internasional.



Alibaba juga menargetkan untuk menurunkan biaya logistik hingga kurang dari 5% dari gross domestic product (GDP) Cina. Saat ini, biaya logistik Alibaba sebesar 15% dari GDP nasional.

Alibaba menjalankan bisnis logistiknya melalui Cainiao Network, perusahaan logistik yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Alibaba. Saat ini, Cainiao Network memproses 100 juta paket per hari dan mampu mengurangi waktu pengiriman lintas batas dari 70 hari menjadi 10 hari untuk beberapa negara.

Pendiri dan Executive Chairman Alibaba Jack Ma mengatakan bahwa industri e-commerce harus bisa mengantisipasi kebutuhan layanan logistik yang terus berkembang.

Jack Ma, Pendiri dan Executive Chairman Alibaba.Jack Ma, Pendiri dan Executive Chairman Alibaba. Foto: Alizila

"Saat ini, volume paket mingguan melebihi satu miliar. Dengan kecepatan tersebut, masuk akal untuk memperkirakan puncak megasale 11.11 akan menjadi rata-rata harian satu dekade kemudian," kata Ma dalam keterangan resmi yang diterima detikINET, Senin (4/6/2018).

"Kita harus berpikir dengan jelas dan mengerti apa infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung satu miliar parsel per hari. Jika kita bisa menggunakan data untuk mengatasi masalah efisiensi transportasi yang lemah dan biaya logistik yang tinggi, kita dapat mencapai margin profit yang besar untuk industri manufaktur dan sektor logistik," lanjut Ma.



Festival belanja Singles Day yang diadakan Alibaba pada 11 November tahun lalu, mencapai 256.000 transaksi setiap detik dan 6,6 miliar Yuan (USD 1 miliar) diproses dalam dua menit pertama. Secara total, Cainiao Network memproses 812 juta pesanan, peningkatan 23% dari 657 juta pesanan pada tahun 2016.

"Kami ingin membangun jaringan ini untuk membantu industri ini memenuhi kebutuhan masa depan," ucap Ma. "Hari ini, industri logistik bisa memproses 100 juta paket dalam sehari. Pada masa yang akan datang, kita akan memproses satu miliar paket dalam sehari. Industri logistik perlu mempersiapkan diri dengan infrastruktur yang kuat untuk menghadapi kondisi seperti ini," pungkasnya. (afr/afr)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed