Sabtu, 05 Mei 2018 12:32 WIB

Ramai-ramai Bidik Cuan dari Bisnis IoT dan Big Data

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Ilustrasi. Foto: istimewa/internet Ilustrasi. Foto: istimewa/internet
Jakarta - Internet of Things (IoT) dan Big Data jadi lahan bisnis baru yang cukup menggiurkan bagi para vendor jaringan dan operator telekomunikasi di Indonesia seiring penetrasi 4G LTE yang kian luas.

Ericsson sendiri memprediksi LTE akan menjadi lebih dominan di seluruh dunia sepanjang 2018. Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Pada 2016, hanya ada 10% jumlah pelanggan LTE di Tanah Air.

Namun, dengan melonjaknya populasi smartphone, khususnya smartphone 4G berharga terjangkau, vendor jaringan asal Swedia itu memproyeksikan total pengguna 4G akan menjadi 65% pada 2022.

Meningkatkanya penetrasi 4G pada gilirannya memberikan merupakan peluang bisnis bagi operator selular. Terutama menyangkut potensi untuk berkembang lebih jauh menjadi kegunaan baru sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan Indonesia yang lebih digital.

Seperti aplikasi terkait perangkat terhubung IoT dan Big Data, misalnya. Sehingga mendorong perubahan positif yang terjadi pada kehidupan masyarakat.

Menurut kajian Indonesia IoT Forum, potensi IoT terhadap peningkatan produktivitas di Indonesia pada 2022 diperkirakan mencapai Rp 444 triliun, dengan 400 juta sensor (perangkat) yang saling terhubung. Jumlah itu akan terus meningkat hingga sekitarRp 1.700 triliun pada 2025.

Dari 400 juta perangkat terhubung itu, sektor manufaktur mengambil porsi 16%, diikuti sektor kesehatan 15%, asuransi 11%, perbankan dan sekuritas 10%, ritel dan perdagangan besar 8%. Sedangkan sisa mencakup layanan komputasi, pemerintah, transportasi, dan lain-lain.

Ronni Nurmal, VP Network Solutions Ericsson Indonesia menjelaskan, Ericsson memprediksi bahwa LTE akan menjadi lebih dominan di seluruh dunia sepanjang 2018.

Hal yang sama juga terjadi di Indonesia. Pada 2016, hanya ada 10% jumlah pelanggan LTE di Tanah Air. Seperti aplikasi terkait perangkat terhubung IoT dan Big Data, sehingga mendorong perubahan positif yang terjadi pada kehidupan masyarakat.

"Ericsson sudah siap, kami sudah buat aplikasi untuk Asean Games tahun lalu. Selama wadah kita ciptakan ide akan muncul, Ericsson memiliki IoT accelerator. Chipset dapat kita peroleh dari partner, " ujar Ronni saat menghadiri Selular Congress 2018 di Jakarta.

Sementara Rio Novrianto, GM IoT Business Operations & Analytics Telkomsel menuturkan, dari sisi operator, penyedia jaringan dan penyedia konten, akan berbagi pengalaman dan best practice bagaimana IoT dan Big Data dapat digunakan untuk memecahkan berbagai solusi.

Baik menyangkut kebijakan publik dan pemerintahan, dalam upaya membangun smart city, maupun industri secara umum demi mendorong produktifitas sekaligus efisiensi.

Rio menambahkan, Aplikasi dan device mendominasi IoT, Telkomsel ingin menjadi smart enablers dan IoT sangat berhubungan dengan teknologi.

"Telkomsel membuka diri untuk kerjasama dengan device. Telkomsel fokus IoT B2B. Setelah itu kita akan merambah consumer. Telkomsel mastikan semua berkolaborasi untuk membangun ekosistem baik pemerintah, swasta, retail menjadi masa depan dari IoT," pungkas Rio. (rou/fyk)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed