BERITA TERBARU
Sabtu, 07 Apr 2018 12:35 WIB

Setelah Akusisi Uber, Ini Langkah Agresif Grab di 2018

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Reuters Foto: Reuters
Jakarta - Akusisi bisnis Uber di Asia Tenggara rupanya menjadi bagian dari langkah agresif Grab di 2018. Apa saja yang akan mereka lakukan tahun ini?

Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata memaparkan pada 2017 Grab memfokuskan diri pada pengembangan dan memperkokoh posisinya di Asia Tenggara. Hasilnya, perusahaan ride sharing besutan Anthony Tan itu sudah menancapkan kaki di 195 kota di kawasan tersebut.

Dari jumlah tersebut, Indonesia menjadi pasar terbesar Grab. Di sini, mereka telah melakukan ekspansi di 120 kota. "Kami hadir dari Banda Aceh hingga Papua," kata Ridzki.


Di tahun ini Grab akan lebih agresif pada pengembangan layanan, GrabFood menjadi salah satunya. Wujud rencana tersebut sudah terlihat, layanan antar makanan itu kini bertambah luas jangkauannya.

"Pada Januari lalu masih enam kota. Tapi hari ini, April ini, sudah ada di 28 kota. Pengembangannya cukup agresif," ungkap bos Grab Indonesia itu.

GrabExpress turut pula dikembangkan secara gila-gilaan. Sampai saat ini layanan antar barang itu sudah menembus hingga 120 kota di seluruh Indonesia.

Perusahaan ride sharing yang bermarkas di Singapura ini turut mengembangkan GrabPay. Diharapkan nantinya menjadi platform bagi pengemudi untuk layanan finansialnya, baik pembayaran dan peminjaman.

Akuisisi Uber menjadi salah satu strategi Grab.Akuisisi Uber menjadi salah satu strategi Grab. Foto: Dok. REUTERS/Beawiharta

"Kami berharap dapat melahirkan entreprenuer dari mita. Grab punya impian pada 2020 dapat mencetak 100 juta micro entreprenuer lewat layanan finansial yang kami miliki," ujar Ridzki.

Tahun ini pula Grab ingin menghadirkan layanan transportasi yang lebih seamless bagi masyarakat di Indonesia. Memberikan banyak pilihan transportasi begitu pula pembayarannya. Langkah yang telah mereka lakukan meliputi bekerjasama dengan sejumlah bandara, stasiun kereta api dan paling baru, Damri.


"Kedepannya orang bisa memilih berangkat dengan GrabBike, kemudian melanjutkan menggunakan transporasi publik untuk mencapai tujuannya, seperti pesawat, kereta, atau bus Damri," terang Ridzki.

"Nah begitu sampai ke tujuan, mereka lanjut menggunakan layanan GrabCar atau berbagi tumpangan dengan GrabShare. Pembayaranannya bisa milih cash, credit card, atau pakai GrabPay. Semua dilakukan lewat aplikasi Grab," tutup Ridzki. (afr/mag)

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed