Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Microsoft Bayar Rp 8,3 Triliun ke IBM

Microsoft Bayar Rp 8,3 Triliun ke IBM


- detikInet

Jakarta - IBM akan mendapatkan U$775 juta (Rp 7,6 triliun) tunai dan U$75 juta (Rp 734 miliar) dalam bentuk software dari Microsoft. Ini dilakukan untuk mengubur kapak perang dari kasus anti-monopoli Microsoft di tahun 1990. Tahun 2000, Hakim Thomas Penfield Jackson dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat memutuskan Microsoft bersalah melanggar hukum anti-monopoli. Dalam keputusan tersebut, Jackson menyebut-nyebut perlakuan diskriminatif yang diterima IBM dari Microsoft. Hal itu yang menjadi dasar permintaan ganti rugi IBM ke Microsoft. Demikian diberitakan AP yang dikutip detikinet, Senin (4/7/2005). Kedua raksasa di bidang teknologi informasi itu sebelumnya memiliki hubungan yang cukup 'manis'. IBM dan Microsoft pernah bekerja sama untuk membuat PC IBM pada tahun 1981. Seluruh PC IBM pada saat itu diisi oleh sistim operasi dari Microsoft.Selanjutnya, IBM dan Microsoft ingin bekerja sama untuk membuat sistem operasi OS/2. Akan tetapi, kemudian Microsoft lebih fokus pada Windows dan meninggalkan OS/2.Pada pertengahan tahun 1990, IBM 'membalas' dengan menjual PC yang diisi dengan OS/2 sebagai alternatif dari Windows dan software SmartSuite, yang merupakan lawan dari Microsoft Office. IBM juga mendukung Java, bahasa pemrograman yang tidak memerlukan Windows untuk dijalankan.Dalam keputusannya, Jackson menyebutkan bahwa Microsoft membalas aksi tersebut dengan menagih bayaran lebih besar kepada IBM untuk sistim operasi Windows mereka. Akibatnya, IBM menanggung biaya lebih besar untuk menjual PC bersistim Windows. Taktik lainnya adalah beberapa bulan sebelum Windows 95 hadir, Microsoft membiarkan perusahaan PC selain IBM untuk memasang sistim operasi tersebut pada komputer baru yang mereka produksi. Pada saat Windows 95 diluncurkan, produsen-produsen pesaing IBM itu bisa segera menjual produk berbasis Windows 95.Hal ini merugikan IBM karena perusahaan berjulukan 'Big Blue' itu baru mendapatkan lisensi serupa 15 menit sebelum Windows 95 diluncurkan. Hasilnya, sebut Jackson, banyak konsumen yang membeli PC dari 'musuh' IBM. Karena Windows 95 hadir di bulan Agustus, IBM dianggap kehilangan momentum penjualan 'kembali ke sekolah' yang dianggap cukup signifikan.IBM tidak melanjutkan hal ini ke pengadilan. Namun jika mau mereka bisa saja melakukan ini, sesuai kesepakatan dengan Microsoft di tahun 2003 lalu. Langkah Microsoft membayar ganti rugi ini dimaksudkan untuk mencegah hal itu terjadi sama sekali. (wicak/)





Hide Ads