Mozilla Gelar Sayembara Berburu Bug
- detikInet
Jakarta -
Meski kerap menggratiskan produknya, Mozilla Foundation ternyata mampu menghadiahkan US$2.500 (Rp 23,7 juta), kepada seorang peneliti keamanan yang berhasil menemukan kelemahan (bug) pada browser-nya.Yayasan ini membayar US$500 untuk masing-masing bug yang ditemukan oleh peneliti keamanan asal Jerman, Michael Krax. Karena Krax berhasil menemukan lima bug, maka dia pun berhasil mengantongi total US$2.500. "Kami menggelar sayembara berburu bug ini untuk menyokong dan memberi penghargaan bagi anggota komunitas yang mampu menemukan bug pada softwarem," kata Chris Hofmann, director of engineering di Mozilla Foundation. "Program ini merupakan salah satu cara yang dilakukan Mozilla untuk membuat software yang aman," paparnya.Bug-bug yang ditemukan berkaitan dengan chrome privilages, mekanisme yang memungkinkan aplikasi-aplikasi untuk mengganti rincian user interface pada browser. Jika dimanfaatkan, bug ini akan mengubah tombol 'Home' misalnya, untuk menjadikannya sarana download program perusak.Minggu lalu, Mozilla mengeluarkan update yaitu versi 1.02. Versi ini menjadi program tambalan (patches) bagi buffer overflow yang ada pada kode program Netscape yang masuh disertakan pada browser, untuk keperluan animasi gambar-gambar GIF di Firefox.Mozilla adalah satu dari sedikit organisasi yang menawarkan hadiah uang kepada orang yang menemukan kelemahan software-nya. Padahal, software-software Mozilla adalah produk gratis, yang bisa didapat hanya dengan men-download. Sementara Microsoft, perusahaan yang selalu mengkomersilkan produknya, dan selalu mengeluarkan versi beta untuk dites oleh komunitas penggunanya, tidak pernah melakukan hal serupa. Perwakilan Microsoft berkata, "kami tidak membayar orang untuk memperbaiki bug, tapi ada cara lain untuk memperbaiki sebanyak mungkin kelemahan software. Tapi kami tidak ingin mengomentari apa yang dilakukan Mozilla," katanya seperti dikutip dari Cnet News.com.
(rouzni/)