Di sela-sela konferensi pers kerja sama antara Go-Jek dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di Jakarta, Nadiem menanggapi perihal soal isu Go-Jek punya saham mayoritas di Kartuku.
Sayangnya dia tidak berbicara banyak. "Saya nggak bisa komentar mengenai spekulasi (tersebut)," jawab Nadiem ketika dikonfirmasi isu tersebut, Rabu (15/11/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan bahwa Go-Jek dan Kartuku telah menyepakati angka akuisisi sejak dua bulan lalu di angka USD 50 juta atau di kisaran Rp 676 miliar. Kesepakatan pembayaran mencakup perpaduan antara uang dan ekuitas.
Kartuku didirikan tahun 2001 dan menawarkan solusi pembayaran end-to-end yang sudah menjangkau 156 lokasi di seluruh Indonesia. Perusahaan ini memberi layanan end-to-end bagi bisnis enterprise dalam menyediakan solusi pembayaran dalam satu alat, misalnya menggunakan teknologi EDC. (fyk/fyk)