Selain untuk melawan Uber dan Grab, dana itu bisa jadi akan digunakan Go-Jek berekspansi di mancanegara. Dikutip detikINET dari Inc 42, pendanaan dari Tencent mungkin untuk membantu ekspansi layanannya di negara Asia Tenggara lain seperti Filipina, Thailand, atau Myanmar.
Selain itu, tentu saja untuk memperkuat posisi Go-Jek di dalam negeri menghadapi Uber dan Grab. Persaingan yang sangat sengit melawan keduanya jelas memerlukan dana yang sangat besar. Apalagi belum ada yang meraih keuntungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu menurut Tech Crunch, Go-Jek sudah menjajaki pula kemungkinan ekspansi bisnis ke mancanegara. Sumber menyatakan Go-Jek telah mempertimbangkan kemitraan atau investasi dengan penyedia layanan ride sharing lain di Sri Lanka atau India.
Namun sampai sekarang, Go-Jek masih fokus di pasar Indonesia dan belum ada tanda-tanda jelas mau go international. Memang Indonesia adalah pasar paling potensial di Asia Tenggara.
Menurut laporan yang melibatkan Google, pasar ride sharing di Tanah Air akan meningkat dari USD 2,5 miliar di tahun 2015 menjadi USD 13 miliar pada tahun 2025. (fyk/fyk)