Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Grab Diminta Bangun R&D yang Indonesia Banget

Grab Diminta Bangun R&D yang Indonesia Banget


Muhammad Alif Goenawan - detikInet

Suasana acara (Foto: detikINET/Muhammad Alif Goenawan)
Jakarta - Salah satu bentuk investasi yang dilakukan Grab melalui program master plan Grab 4 Indonesia adalah membangun pusat penelitian dan pengembangan (R&D). Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara berpesan agar R&D ini dibangun Indonesia sentris.

Melalui program Grab 4 Indonesia, Grab mengucurkan dana investasi senilai USD 700 juta atau sekitar Rp 9,3 triliun untuk jangka waktu empat tahun. Membangun pusat R&D yang termasuk dalam salah satu rencana investasi ini, menargetkan perekrutan 150 engineer dalam dua tahun ke depan.

Tak hanya itu, pusat R&D tersebut juga akan difokuskan untuk mengembangkan inovasi yang Indonesia banget, dalam arti, ditujukan khusus untuk Indonesia dengan membangun kesuksesan dari solusi-solusi Grab yang telah disesuaikan untuk pasar Tanah Air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mudah-mudahan R&D ini menjadi tren di Indonesia. Setelah Apple saat ini sedang membangun fasilitas R&D-nya di Indonesia, kini Grab juga akan melakukan hal yang serupa," tutur Rudiantara di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Kamis (2/2/2017).

Meski demikian, Rudiantara berpesan jika Grab ingin membuka R&D kedua di Indonesia, sebaiknya jangan di Pulau Jawa. "Saya tadi sempat berpesan kepada bapak Anthony (CEO Grab), kalau mau bikin R&D yang kedua, di luar Jawa. Karena Indonesia ini bukan hanya Jawa. Kita harus membangun secara Indonesia sentris," pungkasnya.

Sementara itu, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, jika pembangunan R&D ini akan terwujud paling cepat tahun 2017. "R&D center akan mulai dibangun sesegera mungkin. Dimulai tahun ini, kuartal pertama," ujarnya di kesempatan yang sama.

Untuk R&D pertamanya ini memang dibangun di Jakarta. Tapi sejauh ini, Ridzki mengaku pihaknya masih belum menentukan lokasi yang tepat untuk membangun R&D center itu.

(mag/rns)
TAGS







Hide Ads
LIVE