Melalui program Grab 4 Indonesia, Grab mengucurkan dana investasi senilai USD 700 juta atau sekitar Rp 9,3 triliun untuk jangka waktu empat tahun. Membangun pusat R&D yang termasuk dalam salah satu rencana investasi ini, menargetkan perekrutan 150 engineer dalam dua tahun ke depan.
Tak hanya itu, pusat R&D tersebut juga akan difokuskan untuk mengembangkan inovasi yang Indonesia banget, dalam arti, ditujukan khusus untuk Indonesia dengan membangun kesuksesan dari solusi-solusi Grab yang telah disesuaikan untuk pasar Tanah Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, Rudiantara berpesan jika Grab ingin membuka R&D kedua di Indonesia, sebaiknya jangan di Pulau Jawa. "Saya tadi sempat berpesan kepada bapak Anthony (CEO Grab), kalau mau bikin R&D yang kedua, di luar Jawa. Karena Indonesia ini bukan hanya Jawa. Kita harus membangun secara Indonesia sentris," pungkasnya.
Sementara itu, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan, jika pembangunan R&D ini akan terwujud paling cepat tahun 2017. "R&D center akan mulai dibangun sesegera mungkin. Dimulai tahun ini, kuartal pertama," ujarnya di kesempatan yang sama.
Untuk R&D pertamanya ini memang dibangun di Jakarta. Tapi sejauh ini, Ridzki mengaku pihaknya masih belum menentukan lokasi yang tepat untuk membangun R&D center itu.
(mag/rns)