Sebelumnya raksasa komputer Dell mengumumkan kesepakatan membeli perusahaan storage data EMC senilai USD 67 miliar atau di kisaran Rp 902 triliun pada Oktober 2015. Ini adalah aksi akuisisi terbesar dalam sejarah di jagat teknologi.
Berkat akuisisi ini, Dell mengklaim kini memiliki valuasi hingga USD 74 miliar yang setara dengan Rp 961 triliun. Jadi tak mengherankan kalau Dell mengklaim sebagai perusahaan teknologi swasta terbesar secara global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bisnis Dell kini meliputi penyedia solusi Boomi, Pivotal, RSA, SecureWorks, Virtustream dan juga VMware. Skala tersebut diklaim memungkinkan Dell bisa menghadirkan lebih banyak inovasi dan investasi di segmen riset dan pengembangan, penjualan dan pemasaran, serta layanan.
"Kami berada di awal revolusi industri berikutnya. Kami memiliki produk, layanan, SDM dan skala global untuk menjadi katalis bagi perubahan dan memandu pelanggan, baik dari bisnis skala besar dan kecil, dalam perjalanan digital mereka," ujar Michael Dell, melalui keterangan resmi yang diterima detikINET.
Rampungnya akuisisi ini memberikan pemegang saham EMC menerima USD 24,05 per lembar saham dalam bentuk tunai, selain juga tracking stock yang terkait dengan kepemilikan EMC di bisnis VMware. Sehingga berdasarkan perkiraan jumlah saham EMC yang diterbitkan, pemilik saham EMC menerima setidaknya 0,11146 saham dari tracking stock baru (NYSE: DVMT) untuk setiap saham EMC.
EMC sendiri dulunya adalah raksasa di bisnis TI korporat. Mereka termasuk penyedia hardware storage terbesar di dunia. EMC juga membuat server dan memiliki perusahaan sekuriti RSA dengan produknya token SecurID yang dikenal sangat aman.
Aset besar EMC yang akan turut dimiliki Dell adalah VMWare, perusahaan yang menguasai jagat software virtualisasi, yang memungkinkan para pebisnis menjalankan bermacam sistem operasi di perangkat mereka. EMC mempunyai sekitar 81% saham VMWare.
(yud/ash)