Tim ini pula yang sedang menyiapkan tombol 'Buy' di Twitter. Dengan keputusan ini, seperti dikutip detikINET dari Business Insider, Jumat (27/5/2016), itu artinya Twitter menghentikan pengembangan tombol tersebut.
Seperti diketahui, rencana membenamkan tombol 'Buy' di Twitter dimaksudkan untuk menarik lebih banyak brand dan pengiklan menggunakan layanannya. Konsumen yang tertarik dengan produk yang ditampilkan di Twitter, bisa langsung melakukan transaksi hanya dengan mengeklik tombol 'Buy'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun belum juga terwujud, Twitter membatalkannya. Sebagai gantinya, Twitter kabarnya menginvestasikan modalnya dalam inisiatif lain yang lebih menguntungkan, termasuk di antaranya iklan produk yang dinamis dan layanan konsumen.
Mandeknya bisnis Twitter membuat sang CEO Jack Dorsey harus putar otak. Sejumlah pembaruan dilakukan, terutama penambahan berbagai fitur untuk membuat pengguna betah dan pengiklan tidak kabur ke platform lain. (rns/rou)