Mika Grundstrom, mantan manajer senior di pusat riset dan pengembangan Nokia, mengatakan kalau kunci sukses perusahaannya dulu sederhana saja. Yaitu membuat ponsel dengan baterai terawet dan desain sekecil mungkin.
Saat itu memang era feature phone yang fiturnya tak terlampau kompleks. Nokia sukses merilis berbagai model yang laris manis. Zaman awal ponsel kamera, Nokia juga masih jaya. Namun semua berubah ketika era smartphone datang, terutama saat dirilisnya iPhone generasi pertama di 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika soal keawetan baterai, kami punya perangkat yang bisa bertahan sampai seminggu. Kemudian ada perangkat baru ini, yang memang bagus tapi harus diisi ulang setiap hari. Jadi bagaimana caranya menjual ke konsumen?" tambahnya.
Kebingungan itu, ditambah perjudian besar mengadopsi Windows Phone ketimbang Android, membuat divisi ponsel Nokia tumbang. Tahun 2014, divisi ponsel itu dijual ke Microsoft dan nama Nokia kemudian dihilangkan dari jagat smartphone.
Ada secercah harapan nama Nokia akan bangkit lagi di dunia ponsel. Tahun ini, Nokia yang sekarang fokus di bisnis infrastruktur telekomunikasi, mungkin akan merilis ponsel Android setelah berhak lagi memakai merek itu dari Microsoft. Kita tunggu saja. (fyk/ash)